Mesuji/Lampung, koranpemberitaankorupsi.id
Bagaimana tidak, semenjak Lebaran Idul Fitri 1446 H alat berat Exapator yang diturunkan hanya melakukan perbaikan yang seakan terpaksa, faktanya sampai sekarang ini alat berat tersebut belum ada yang turun lagi untuk melakukan perbaikan lanjutan di ruas jalan rusak tiga desa tua ini menginggat jalan tersebut satu-satunya akses vital ke Tiga Desa.
Selaku toko masyarakat Son kemudian mengisahkan kesedihan para warga setempat sebab sudah cukup lama berjuang dengan lumpur jalan rusak yang tak kunjung hilang dibenak masyarakat yang berharap dan selalu berharap kepada pemerintah daerah melakukan perbaikan dengan sepenuh hati khusunya di Desa Perairan.
Kami merasa seperti dianaktirikan. Kehadiran pemerintah daerah dalam melayani kepentingan masyarakat di sini sungguh sangat diharapkan. Bagaimana tidak, jalan rusak menjadi kendala utama, musuh bebuyutan kami dalam menjalankan kehidupan berjuang menuju hidup sejahtera,” keluhnya.
Yang sangat mengherankan lagi, Sudah turun langsung ke lapangan melihat langsung kondisi jalannya melalui Dinas pupr Kabupaten Mesuji atas kerusakan kondisi jalan tersebut, namun sampai sekarang tidak ada lagi progres perbaikannya atau menurunkan alat berat Exapator, yang membuat kekecewaan Masyarakat sekarang ini.
Masyarakat berharap, setelah melihat langsung fakta kebenaran di lokasi jalan rusak, menjadi penawar hati agar pemerintah daerah segera menanggulangi jalan rusak di tiga desa tua (Sri Tanjung, Tanjung Harapan, dan Keagungan Dalam) ini.
“Semoga para pejabat Pemkab Mesuji langsung menanggulangi dengan perhatian khusus kesulitan ke tiga desa kami yaitu akses jalan rusak ini. Amin,” pungkasnya.
(Red)
















