Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Menu MBG di Kecamatan Bandar Simalungun Disorot, Dinilai Terlalu Sederhana

153
×

Menu MBG di Kecamatan Bandar Simalungun Disorot, Dinilai Terlalu Sederhana

Sebarkan artikel ini

Simalungun, Sumatera Utara — MediaViral.co

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Kali ini, menu makanan yang disebut diberikan kepada siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan.

Example 300250

Dalam foto yang bertanggal Rabu, 30 September 2026, terlihat satu kotak makanan berisi nasi putih, telur mata sapi, dan dua buah anggur. Dari tampilan makanan tersebut, menu terlihat cukup sederhana.

Muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai apakah menu tersebut sudah sesuai dengan standar makanan dan anggaran MBG yang telah ditetapkan.

Jika dihitung berdasarkan tampilan dan perkiraan harga bahan, makanan tersebut disebut-sebut bernilai sekitar Rp5.000. Namun, angka tersebut baru perkiraan dan bukan hasil pemeriksaan atau audit resmi.

Untuk mengetahui nilai sebenarnya, diperlukan pemeriksaan terhadap bukti pembelian, harga bahan makanan, jumlah bahan yang digunakan, ukuran atau gramasi makanan, jumlah siswa penerima, serta laporan dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bagaimana Anggaran MBG?

Berdasarkan penjelasan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai anggaran MBG 2026, biaya bahan makanan berbeda sesuai kelompok penerima.

Untuk anak SD kelas 1 sampai kelas 3, anggaran bahan makanan sebesar Rp8.000 per porsi. Sedangkan untuk SD kelas 4 ke atas, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi.

Selain biaya bahan makanan, terdapat anggaran lain untuk menjalankan program MBG.

Komponen| SD Kelas 1–3| SD Kelas 4 ke atas
Bahan makanan| Rp8.000| Rp10.000
Operasional| Rp3.000| Rp3.000
Fasilitas SPPG| Rp2.000| Rp2.000
Total| Rp13.000| Rp15.000

Anggaran operasional digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti gas, air, listrik, BBM, pekerja SPPG, kebersihan, dan kebutuhan lainnya.

Sementara anggaran fasilitas digunakan untuk kebutuhan seperti dapur, gudang, IPAL, peralatan memasak, dan fasilitas pendukung SPPG lainnya.

Artinya, Rp13.000 atau Rp15.000 bukan seluruhnya merupakan harga makanan yang ada di dalam satu kotak.

Yang perlu dilihat adalah apakah uang untuk bahan makanan tersebut benar-benar digunakan sesuai standar dan apakah makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan gizi yang telah ditentukan.

Jangan Menilai Hanya dari Foto

Foto makanan memang dapat menimbulkan pertanyaan. Namun, dari foto saja belum dapat disimpulkan apakah telah terjadi penyimpangan anggaran.

Untuk memastikan persoalan tersebut, pihak berwenang perlu memeriksa data secara langsung, termasuk nota pembelian, harga bahan makanan, jumlah bahan, standar gramasi, jumlah penerima manfaat, pemasok, menu, dan laporan pertanggungjawaban SPPG.

Jika nantinya ditemukan adanya perbedaan antara anggaran yang dibayarkan dengan makanan yang benar-benar diberikan, hal tersebut perlu dijelaskan secara terbuka.

Apabila ditemukan bukti adanya penyalahgunaan anggaran atau rekayasa laporan, persoalannya dapat diproses sesuai ketentuan hukum. Namun, dugaan tindak pidana tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tampilan satu kotak makanan dan tetap membutuhkan bukti serta pemeriksaan yang sah.

Selain masalah anggaran, keamanan dan mutu makanan juga harus menjadi perhatian. Program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga makanan yang diberikan harus aman, bermutu, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat Berhak Mendapat Penjelasan

Pertanyaan yang kini muncul adalah: jika anggaran bahan makanan untuk siswa SD kelas 1–3 sebesar Rp8.000 dan kelas 4 ke atas Rp10.000 per porsi, berapa sebenarnya nilai bahan makanan yang diberikan dalam kotak tersebut?

Jawaban atas pertanyaan itu seharusnya dapat diketahui melalui data dan pemeriksaan yang transparan.

BGN, SPPG, pihak sekolah, serta instansi pengawas terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai menu, ukuran makanan, harga bahan, jumlah penerima, pemasok, dan laporan penggunaan anggaran.

Program MBG menggunakan uang negara dan penerima manfaatnya adalah anak-anak sekolah. Karena itu, pelaksanaannya perlu dilakukan secara terbuka dan sesuai standar.

MediaViral.co akan tetap mengedepankan informasi yang berimbang dan menggunakan prinsip praduga tak bersalah sampai ada hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang. (mediaviral.co)

Example 300x375
Daerah