Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Warisan Mataram yang Masih Dijaga Masyarakat Jawa

12
×

Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Warisan Mataram yang Masih Dijaga Masyarakat Jawa

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – MediaViral.co

Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Jawa. Malam tersebut dianggap sebagai momentum sakral yang sarat makna spiritual, refleksi diri, serta pelestarian tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Example 300250

Sejarah Malam 1 Suro tidak dapat dipisahkan dari peran Sultan Agung, Raja Mataram Islam yang memerintah pada abad ke-17. Pada masa pemerintahannya, Sultan Agung melakukan pembaruan sistem penanggalan dengan menggabungkan Kalender Saka yang berkembang dalam tradisi Jawa-Hindu dan Kalender Hijriah yang digunakan umat Islam.

Kebijakan tersebut bertujuan menyatukan masyarakat Jawa yang saat itu memiliki latar belakang kepercayaan dan budaya yang beragam. Sejak saat itu, tanggal 1 Suro ditetapkan sebagai awal Tahun Baru Jawa dan diperingati sebagai momen penting dalam kehidupan masyarakat.

Hingga kini, berbagai tradisi masih dilaksanakan untuk menyambut Malam 1 Suro. Salah satu yang paling dikenal adalah tradisi Mubeng Beteng di Keraton Yogyakarta. Dalam tradisi tersebut, ribuan masyarakat berjalan kaki mengelilingi benteng keraton dalam keadaan hening tanpa berbicara sebagai simbol perenungan dan pengendalian diri.

Tradisi ini selalu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Banyak orang yang berharap dapat mengikuti langsung prosesi Mubeng Beteng sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur sekaligus sarana introspeksi diri.

Sejarah juga mencatat bahwa Kesultanan Yogyakarta merupakan salah satu pewaris tradisi dan budaya yang berasal dari Kerajaan Mataram. Selain itu, Kesultanan Palembang Darussalam memiliki hubungan historis dengan Mataram, sehingga sebagian keturunan keluarga kerajaan di Palembang masih memahami dan menghargai asal-usul leluhur mereka yang memiliki keterkaitan dengan kerajaan tersebut.

Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro bukan hanya identik dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi simbol perjalanan sejarah, persatuan budaya, serta momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan melakukan evaluasi diri dalam menyongsong tahun yang baru.

Dengan tetap lestarinya berbagai tradisi yang menyertai Malam 1 Suro, masyarakat berharap nilai-nilai budaya, spiritual, dan sejarah yang diwariskan para leluhur dapat terus dijaga oleh generasi mendatang. (mediaviral.co)

Example 300x375