Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Warem Lapangan Golf Diduga Jadi Tempat Prostitusi Terselubung, Sediakan Perempuan Penghibur dan Sewa Kamar

42
×

Warem Lapangan Golf Diduga Jadi Tempat Prostitusi Terselubung, Sediakan Perempuan Penghibur dan Sewa Kamar

Sebarkan artikel ini

Bengkulu, 1 Juni 2026 – MediaViral.co

Di tengah upaya Pemerintah Kota Bengkulu menciptakan kota religius, masih ditemukan sejumlah tempat hiburan malam yang diduga dijadikan lokasi praktik maksiat dengan menyediakan perempuan penghibur hingga kamar untuk transaksi asusila. Salah satunya diduga berada di kawasan warung remang-remang (warem) di Jalan Dua Jalur Lapangan Golf, Kota Bengkulu.

Example 300250

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat beberapa warung di kawasan tersebut yang tidak hanya menjual minuman keras, tetapi juga menyediakan room karaoke hingga kamar atau bilik yang diduga digunakan untuk praktik prostitusi terselubung.

Tidak hanya itu, sejumlah bangunan liar semi permanen hingga permanen diduga disulap menjadi warem dan room karaoke. Bangunan-bangunan tersebut bahkan disebut berada di kawasan cagar alam, namun diklaim sebagai tanah milik pribadi oleh oknum tertentu.

Mirisnya, aktivitas yang diduga sebagai praktik prostitusi terselubung itu disebut berlangsung hampir setiap hari tanpa adanya tindakan tegas dari pemerintah maupun aparat penegak hukum. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan slogan Kota Bengkulu sebagai kota religius.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya aktivitas di sejumlah warem dan tempat karaoke hingga larut malam yang dinilai mengganggu waktu istirahat warga.

“Yang saya dengar, ada sekitar dua kafe yang menyediakan wanita penghibur atau LC untuk tamu pengunjung. Satu kafe berada di bagian depan dan satu lagi di bagian dalam. Bahkan jika tamu ingin melakukan hubungan badan dengan LC, mereka juga menyediakan kamar dengan tarif sewa sekitar Rp100 ribu,” ujar warga tersebut, Minggu (31/5).

Warga juga mengaku resah karena aktivitas hiburan malam tersebut terus berlangsung tanpa pengawasan ketat dari pihak terkait.

Selain itu, beredar pula isu dugaan adanya setoran bulanan kepada oknum tertentu dengan nominal berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per titik kafe atau warem. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada para pemilik warem dan tempat karaoke di kawasan Lapangan Golf guna memperoleh klarifikasi terkait informasi yang beredar tersebut. (mediaviral.co)

Example 300x375