Aceh Tengah — MediaViral.co
Apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia pendidikan Aceh Tengah? Ketika aparat dari Polres Aceh Tengah turun langsung menjadi pembina upacara di sejumlah sekolah, publik mulai mempertanyakan: apakah sistem pendidikan saat ini sudah tidak lagi optimal dalam membina karakter pelajar?
Program “Saweu Sikula” yang digagas oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi sorotan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi generasi muda yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam hal kedisiplinan dan kesadaran hukum.
Di SMA Negeri 8 Takengon, Kompol Junaidi bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya disiplin, menghindari perundungan (bullying), serta menjauhi kebiasaan merokok di usia pelajar. Ia juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Jadilah siswa yang berkarakter dan bertanggung jawab, karena masa depan bangsa ada di tangan kalian,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMP Negeri 1 Takengon dan SD Negeri 4 Rusip Antara. Dalam amanatnya, aparat kepolisian mengingatkan para siswa tentang pentingnya menghormati guru, menaati aturan sekolah, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.
Kapolres Aceh Tengah, Muhamad Taufiq melalui Kasi Humas IPTU Rasimin menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah preventif untuk membangun karakter generasi muda.
“Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, meningkatkan kesadaran hukum, serta membentuk pelajar yang berintegritas,” jelasnya.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk meraih cita-cita dan menjauhi perilaku negatif.
Report by Chandra
7 April 2026
















