Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kapus Pagar Dewa Diduga Abaikan Konfirmasi Media! Sibuk Urus Burung Saat Ditanya Dana BOK, AJP Lampung Barat Murka

23
×

Kapus Pagar Dewa Diduga Abaikan Konfirmasi Media! Sibuk Urus Burung Saat Ditanya Dana BOK, AJP Lampung Barat Murka

Sebarkan artikel ini

Lampung Barat – MediaViral.co

Sikap Kepala UPT Puskesmas Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, Subagio, menuai kecaman keras dari kalangan jurnalis. Alih-alih memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), sang kepala puskesmas justru diduga memberikan jawaban yang dinilai tidak pantas dan terkesan meremehkan kerja media.

Example 300250

Peristiwa ini mencuat ketika Ketua DPC Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung Barat, Sugeng Purnomo, menghubungi Subagio melalui WhatsApp guna meminta tanggapan atas pemberitaan yang tengah ramai mengenai dugaan penyelewengan dana BOK di sejumlah puskesmas, termasuk Puskesmas Kenali dan Puskesmas Batu Ketulis.

Namun respons yang diterima justru membuat kalangan jurnalis geleng kepala.

Alih-alih memberikan klarifikasi sebagai pejabat publik, Subagio justru menjawab singkat dengan nada yang dinilai tidak serius.

“Tanggapan yang bagaimana, maksudnya?” tulisnya.

Sugeng kemudian meminta agar Subagio membaca terlebih dahulu isi pemberitaan yang dimaksud. Namun jawaban berikutnya justru semakin memancing kemarahan.

“Lagi ngurusin burung dulu, mandiin burung. Besok mau lomba di Way Kanan, hiburan,” tulis Subagio dalam pesan tersebut.

Jawaban itu langsung menuai kritik keras. Banyak pihak menilai sikap tersebut tidak mencerminkan profesionalitas seorang kepala puskesmas yang seharusnya fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat, bukan justru memberi respons yang dianggap meremehkan konfirmasi media.

Sugeng mengaku sangat kecewa atas sikap tersebut. Menurutnya, konfirmasi yang dilakukan sudah menggunakan bahasa yang sopan dan beretika.

“Ini sangat mengecewakan. Saya menghubungi dengan sopan, menggunakan etika, tapi jawaban yang diberikan sangat tidak pantas bagi seorang pejabat publik,” tegas Sugeng, Sabtu (14/03/2026).

Ia bahkan menilai sikap tersebut mencoreng citra seorang pejabat yang memiliki gelar sarjana kesehatan.

“Beliau bergelar S.KM, sarjana kesehatan masyarakat. Tapi cara menjawab seperti itu sangat tidak mencerminkan intelektualitas seorang pejabat pelayanan publik,” ujar Sugeng dengan nada geram.

Tak hanya itu, Sugeng juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia berencana membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat.

Menurutnya, pejabat publik wajib memahami bahwa media memiliki peran penting sebagai kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang‑Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Sebelumnya, AJP juga mengaku telah mengirimkan surat konfirmasi resmi melalui PT Pos Indonesia kepada Kepala Puskesmas Pagar Dewa. Namun Subagio mengaku tidak pernah menerima surat tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, pihak AJP kemudian mengirimkan kembali salinan (softcopy) surat konfirmasi melalui WhatsApp agar dapat dibaca dan segera diberikan tanggapan resmi.

Sugeng menegaskan, apabila dalam tenggat waktu yang telah ditentukan tidak ada klarifikasi dari pihak Puskesmas Pagar Dewa, maka DPC AJP bersama media partner akan mengambil langkah tegas dengan melaporkan persoalan ini ke Inspektorat Daerah Kabupaten Lampung Barat.

Laporan tersebut akan meminta dilakukan audit investigatif terhadap pengelolaan dana di Puskesmas Pagar Dewa, termasuk dana BOK yang kini mulai menjadi sorotan publik.

“Kalau pejabat publik tidak mau transparan dan malah terkesan menghindar, maka wajar jika publik curiga. Kami akan dorong agar Inspektorat turun tangan melakukan audit investigatif,” tegas Sugeng.

Ia juga menyayangkan sikap seorang kepala puskesmas yang dinilai tidak menunjukkan etika komunikasi yang baik terhadap media.

“Ini bukan hanya soal konfirmasi berita. Ini soal sikap seorang pejabat publik yang seharusnya terbuka, transparan, dan menghormati fungsi media sebagai kontrol sosial,” pungkasnya.

Kini sikap Kepala Puskesmas Pagar Dewa tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis dan masyarakat Lampung Barat. Banyak pihak menunggu apakah yang bersangkutan akan memberikan klarifikasi, atau justru memilih bungkam di tengah sorotan yang kian tajam. (mediaviral.co)

Example 300x375