Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Diduga Tak Sesuai Standar, Program Makan Bergizi Gratis di Sungkai Utara Dikeluhkan Wali Murid

23
×

Diduga Tak Sesuai Standar, Program Makan Bergizi Gratis di Sungkai Utara Dikeluhkan Wali Murid

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara – MediaViral.co

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, kembali menuai sorotan. Sejumlah orang tua murid mengeluhkan kualitas menu makanan yang dibagikan kepada siswa di SDN Hanakau Jaya, Selasa (24/2/2026).

Example 300250

Para wali murid menilai makanan yang diterima anak-anak jauh dari harapan program yang selama ini diklaim sebagai solusi untuk meningkatkan gizi pelajar. Mereka mempertanyakan kualitas, porsi, serta kandungan gizi dari menu yang dibagikan.

“Apakah ini yang disebut program makan bergizi gratis? Nilai gizinya di mana? Ini sangat memprihatinkan,” ujar salah satu orang tua murid.

Selain kualitas menu, muncul pula dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi di lapangan. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wali murid, anggaran per porsi disebut mencapai Rp10.000. Namun, mereka memperkirakan nilai makanan yang diterima siswa hanya sekitar Rp5.000 per porsi.

Jika asumsi tersebut benar, maka terdapat potensi selisih Rp5.000 per porsi. Dengan perkiraan 1.000 penerima manfaat dalam satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), selisih itu bisa mencapai sekitar Rp5 juta per hari. Dalam satu bulan, jumlahnya tentu akan jauh lebih besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG setempat terkait dugaan tersebut.

Para orang tua mendesak agar pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit anggaran dan uji kualitas makanan. Mereka menegaskan bahwa program yang ditujukan untuk kepentingan anak-anak tidak boleh dikelola secara asal-asalan.

Program MBG pada dasarnya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa serta mendukung upaya penurunan angka stunting. Namun, tanpa pengawasan dan transparansi yang memadai, program ini dikhawatirkan tidak berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Lampung Utara segera turun tangan guna memastikan pelaksanaan program benar-benar sesuai standar dan berpihak pada kepentingan peserta didik. (mediaviral.co)

Example 300x375