Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Menu MBG di Tanjung Raja Disorot, Orang Tua Murid: “Ini Gizi Gratis atau Akal-Akalan?”

60
×

Menu MBG di Tanjung Raja Disorot, Orang Tua Murid: “Ini Gizi Gratis atau Akal-Akalan?”

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara – MediaViral.co

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari orang tua murid di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, Senin (23/2/2026). Kondisi menu yang disajikan disebut “sangat memprihatinkan” dan jauh dari harapan program yang digadang-gadang sebagai solusi perbaikan gizi anak sekolah.

Example 300250

Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas dan nilai gizi makanan yang dibagikan di salah satu sekolah. Mereka menilai porsi dan lauk yang diterima anak-anak tidak mencerminkan standar makanan bergizi sebagaimana dijanjikan pemerintah.

“Apakah ini yang disebut program makan bergizi gratis? Nilai gizinya yang mana? Parah,” ujar salah satu orang tua murid dengan nada kecewa.

Dugaan Selisih Anggaran Menguat

Kritik tidak berhenti pada kualitas menu. Muncul dugaan adanya selisih anggaran antara nilai yang seharusnya diterima per porsi dengan realisasi di lapangan.

Di tengah informasi publik yang menyebut kisaran anggaran MBG sekitar Rp10 ribu per porsi, warga memperkirakan makanan yang diterima siswa hanya bernilai sekitar Rp5 ribu.

Jika asumsi tersebut benar, maka terdapat potensi selisih Rp5 ribu per porsi. Dengan estimasi 1.000 penerima dalam satu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), selisih itu bisa mencapai sekitar Rp5 juta per hari. Jika dihitung dalam satu bulan, angkanya bisa membengkak signifikan.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG setempat terkait tudingan tersebut.

Diminta Jangan Ada Pembiaran

Para orang tua mendesak agar persoalan ini tidak dianggap sepele. Mereka meminta seluruh elemen—mulai dari pengawas program, aparat penegak hukum, hingga pemerintah daerah—turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Menurut mereka, jika pengawasan lemah dan dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan dapur MBG akan bertindak semena-mena dan berpotensi merugikan keuangan negara.

“Kalau dibiarkan, ini bukan lagi soal lauk pauk, tapi soal uang rakyat. Jangan sampai program untuk anak-anak justru jadi ladang permainan anggaran,” tegas salah satu wali murid lainnya.

Perlu Audit Terbuka

Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi siswa dan menekan angka stunting. Namun, tanpa transparansi anggaran, pengawasan ketat, dan keterbukaan informasi publik, program mulia ini berisiko kehilangan kepercayaan masyarakat.

Masyarakat kini menunggu respons resmi dari pengelola dapur MBG di Kecamatan Tanjung Raja dan pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara. Audit terbuka dan uji kualitas menu dinilai menjadi langkah mendesak untuk memastikan program benar-benar berpihak pada kepentingan anak-anak, bukan kepentingan segelintir oknum. (mediaviral.co)

Example 300x375