Way Kanan, Lampung – MediaViral.co
Warga Kampung Karang Lantang, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tersangkut di kayu di aliran Sungai Way Umpu, Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban diketahui bernama Suparman bin Mat Rejo (71), warga Dusun Mojokerto, Kampung Argomulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama 14 hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Kasui, Iptu Nursyamsi, S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, penemuan mayat berawal dari dua warga yang hendak mandi di Sungai Way Umpu. Keduanya melihat sesuatu yang mencurigakan tersangkut di kayu di pinggiran sungai.
“Sekira pukul 10.30 WIB, kedua saksi melihat seperti sosok manusia tersangkut di kayu di aliran Sungai Way Umpu. Setelah didekati, ternyata benar sesosok mayat. Kemudian saksi melaporkan kepada warga dan kepala kampung, lalu diteruskan ke Polsek Kasui,” ujar Kapolsek.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kasui langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah dari aliran sungai.
Hilang Sejak 8 Februari
Berdasarkan keterangan keluarga, Suparman berpamitan kepada anaknya, Dawam, pada Sabtu (08/02/2026) sekitar pukul 08.00 WIB untuk pergi ke rumah seorang kerabat bernama Khoiri yang berjarak kurang lebih 600 meter dari rumahnya di Kampung Argomulyo, Kecamatan Banjit. Namun sejak saat itu, korban tidak pernah kembali dan dinyatakan hilang.
Selama dua pekan, keluarga berupaya mencari keberadaan korban. Hingga akhirnya, pada hari penemuan, mereka menerima informasi adanya mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di Kampung Karang Lantang, Kecamatan Kasui.
Setelah dilakukan pengecekan, pihak keluarga memastikan jenazah tersebut adalah Suparman berdasarkan tanda lahir di pinggang sebelah kanan korban.
Keluarga Tolak Autopsi
Kapolsek Kasui menambahkan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Dari hasil koordinasi, keluarga menerima ini sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Namun kami tetap melaksanakan prosedur kepolisian sesuai ketentuan,” tegasnya.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terlebih di musim arus deras yang rawan membahayakan keselamatan. Hingga kini, pihak kepolisian masih memastikan tidak adanya unsur lain di balik kematian korban. (mediaviral.co)
















