Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Lansia 73 Tahun di Sukasari Diduga Hanya Sekali Terima BLT DD, Pemdes Bungkam?

13
×

Lansia 73 Tahun di Sukasari Diduga Hanya Sekali Terima BLT DD, Pemdes Bungkam?

Sebarkan artikel ini

Serang, Banten – MediaViral.co

Nasib pilu dialami Mursinah (73), warga Kampung Pabuaran RT 008/RW 02, Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Lansia yang tinggal berdua bersama anaknya yang kurang sehat itu diduga hanya satu kali menerima bantuan BLT Dana Desa—itu pun disebut hanya berupa beras.

Example 300250

Keseharian Mursinah memantik keprihatinan. Untuk makan sehari-hari, ia mengandalkan bantuan tetangga. Sementara anak-anaknya yang lain disebut tengah mengalami keterpurukan ekonomi sehingga belum mampu menopang kebutuhan sang ibu.

Saat ditemui tim media, Senin (9/2/2026), Mursinah mengaku belum pernah menerima bantuan rutin dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah, baik berupa sembako maupun uang tunai.

“Saya belum pernah dapat bantuan dari pemerintah desa dan pemerintah daerah, berupa beras, telur, minyak, apalagi uang. Kemarin orang-orang dapat Rp900 ribu dari BLT Kesra, saya tidak, Pak. Tapi tidak apa-apa, yang penting dikasih kesehatan saja,” keluhnya.

Ia pun mempertanyakan mengapa dirinya seolah luput dari perhatian, padahal masih tercatat sebagai warga setempat. “Masa saya tidak diperhatikan? Rumah saya kelihatan, staf desa sering lewat. Kok yang muda-muda dapat bantuan, saya yang sudah tua begini tidak?” tambahnya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukasari, Nano, menyatakan belum dapat memberikan keterangan pasti karena belum melihat data penerima bantuan.

“Kita belum bisa menyimpulkan karena belum lihat datanya. Kalau saya bilang sudah, ternyata belum, kan salah juga. Kita by data saja,” ujarnya.

Ia sempat berjanji akan menyampaikan keterangan lanjutan setelah mengecek data. Namun hingga waktu yang dijanjikan, belum ada penjelasan resmi terkait status Mursinah dalam daftar penerima bantuan. Saat dikonfirmasi kembali, ia hanya menjawab singkat, “Tunggu BLT DD tahun 2022 bantuan beras.”

Sikap tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Publik menilai, perhatian terhadap lansia bukan sekadar soal data, melainkan soal kepekaan dan tanggung jawab sosial.

Pengamat sosial setempat menilai, perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar lansia merupakan bagian dari kewajiban negara yang harus melibatkan pemerintah desa, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat.

Kini, sorotan tertuju pada Pemerintah Desa Sukasari: apakah Mursinah benar terlewat dari daftar penerima bantuan, atau ada persoalan lain dalam pendataan? Transparansi dan kepedulian menjadi kata kunci yang ditunggu warga. (mediaviral.co)

Example 300x375