Tulang Bawang, Lampung – MediaViral.co
Seorang kepala sekolah di Kabupaten Tulang Bawang dikabarkan mengundurkan diri setelah mendapat pertanyaan terkait jumlah siswa, jumlah guru honor, guru PPPK paruh waktu dan penuh waktu, serta besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima pihak sekolah.
Kepala SDN Mekar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Tulang Bawang, yang diketahui bernama Made, disebut mengajukan pengunduran diri di tengah sorotan terhadap kondisi fisik sekolah yang dinilai kurang terawat. Beberapa jendela dan pintu ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.
Kabar tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat. Sejumlah warga mempertanyakan alasan pengunduran diri yang dinilai tidak menyelesaikan persoalan.
“Kepala sekolah mengundurkan diri karena ditanya soal dana BOS serta kondisi jendela dan pintu sekolah yang rusak. Mundur bukan solusi, justru bisa menambah persoalan,” ujar salah satu warga.
Made diketahui menjabat sejak tahun 2022 hingga 2026. Selama masa jabatannya, sekolah menerima Dana BOS yang dikucurkan pemerintah untuk mendukung operasional dan pemeliharaan sarana prasarana sekolah.
Masyarakat menilai, pengunduran diri tidak serta-merta menghentikan proses pemeriksaan apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana.
“Aparat penegak hukum tetap dapat melakukan proses apabila ada dugaan penyimpangan dana BOS. Semua harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Sebelumnya, kondisi gedung SDN Mekar Jaya di Kecamatan Banjar Agung juga menjadi sorotan karena dinilai kurang mendapat perawatan. Kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah disebut telah berlangsung cukup lama.
Saat hendak dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026), kepala sekolah tidak berada di sekolah karena menghadiri kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Banjar Margo di kantor kecamatan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat juga belum mendapatkan tanggapan.
“Bapak kepala sekolah sedang ada kegiatan di kecamatan. Pesan tertulis akan saya sampaikan kepada beliau,” ujar Riadi, salah satu guru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari kepala sekolah yang bersangkutan. Pihak K3S Kecamatan Banjar Margo maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang diharapkan dapat memberikan penjelasan dan menindaklanjuti persoalan tersebut. (mediaviral.co)
















