Lampung Utara – MediaViral.co
Rusaknya moral kepemimpinan di tingkat desa kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Desa Sidomulyo, Kecamatan Tanjung Raja, menyusul dugaan praktik nepotisme dalam pengisian jabatan strategis desa.
Informasi yang beredar luas di kalangan masyarakat menyebutkan bahwa anak kandung Kepala Desa Sidomulyo diduga diangkat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes). Kondisi ini sontak memicu kegaduhan dan kekecewaan publik, karena dinilai mencederai asas keadilan, profesionalisme, dan etika pemerintahan desa.
“Ini sudah jadi pembicaraan umum. Kok bisa anak kandung kepala desa menjabat Sekdes? Di mana transparansi dan proses seleksinya?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, jabatan Sekdes bukan posisi sembarangan, melainkan jabatan administratif vital yang seharusnya diisi melalui mekanisme yang objektif, terbuka, dan bebas konflik kepentingan. Dugaan ini memperkuat anggapan bahwa kekuasaan desa mulai dijalankan layaknya “kerajaan keluarga”.
Tak sedikit masyarakat yang menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi moral kepemimpinan, bukan hanya di tingkat desa, tetapi juga menjadi ujian serius bagi pengawasan di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Kalau benar ini terjadi, jangan heran kalau kepercayaan publik makin runtuh. Desa itu milik masyarakat, bukan milik keluarga,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sidomulyo maupun pihak Kecamatan Tanjung Raja belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Publik kini menanti sikap tegas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta aparat pengawas untuk mengusut kebenaran isu yang sudah tercium “hangat” ini.
Masyarakat berharap, jika dugaan ini terbukti, sanksi tegas harus dijatuhkan demi menjaga marwah pemerintahan desa dan mencegah praktik nepotisme terus berulang di Lampung Utara. (mediaviral.co)
















