Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Porkot Bandar Lampung 2025 Jadi Ajang Pembinaan, FPTI Siapkan 33 Atlet Panjat Tebing Hadapi Porprov hingga PON

14
×

Porkot Bandar Lampung 2025 Jadi Ajang Pembinaan, FPTI Siapkan 33 Atlet Panjat Tebing Hadapi Porprov hingga PON

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – MediaViral.co

Sebanyak 33 atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandar Lampung adu kemampuan dalam ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Bandar Lampung 2025. Kejuaraan tersebut digelar di Wall Panjat Tebing PKOR Bandar Lampung, Sabtu (27/12/2025).

Example 300250

Ketua Pengurus Kota (Pengkot) FPTI Bandar Lampung, Aep Saripudin, mengatakan bahwa Porkot 2025 menjadi bagian penting dari persiapan jangka panjang pembinaan atlet panjat tebing di Kota Bandar Lampung. Kejuaraan ini diarahkan untuk menghadapi agenda olahraga besar, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Pra-PON 2027, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Pengkot FPTI Kota Bandar Lampung membuka peluang seluas-luasnya bagi atlet-atlet baru untuk bergabung. Kami menyiapkan atlet sejak dini guna menghadapi berbagai multi event ke depan,” ujar Aep.

Dalam Porkot Bandar Lampung 2025, sejumlah nomor dipertandingkan, antara lain kategori lead umum putra dan putri, under 20 putra dan putri, serta fun climbing spider kids.

“Ada yang menarik dalam kejuaraan kali ini, peserta termuda berusia 5 tahun yang sudah sangat menggemari olahraga panjat tebing. Atlet-atlet usia dini seperti ini akan kami kaderkan untuk masa depan,” ungkapnya.

Aep berharap ajang Porkot 2025 mampu menjadi penyemangat baru bagi FPTI Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinannya. Ia menegaskan komitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengkaderan atlet sejak usia dini, sekaligus memasyarakatkan olahraga panjat tebing secara lebih luas.

“Bersama-sama kita pasti bisa. Pembinaan atlet usia dini menjadi fokus utama kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FPTI Pengprov Lampung Rudiantoni melalui Bidang Prestasi Ibnu Ramadan mengajak masyarakat untuk ikut bergabung dan terlibat dalam olahraga panjat tebing. Menurutnya, panjat tebing saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai olahraga ekstrem, tetapi telah berkembang menjadi olahraga yang aman dan diminati berbagai kalangan.

“Panjat tebing sering dianggap ekstrem oleh masyarakat awam. Padahal bagi penggiatnya, ini merupakan olahraga yang aman dan menyenangkan, selama sistem serta peralatan yang digunakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” jelas Ibnu.

Ia menambahkan, baik panjat tebing buatan (artificial) maupun panjat tebing alam memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi standar internasional UIAA.

“Standar tersebut menjadi jaminan utama keselamatan. Selain itu, FPTI juga memiliki standar sumber daya manusia, sehingga setiap pemanjat wajib mematuhinya dan memahami kondisi fisik masing-masing,” pungkasnya.
(Red)

Example 300x375