Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Diduga Lamban dan Minim Aktivitas, CV Satya Kencana Disorot: Proyek Rekonstruksi Jalan Paleuh–Sindangsari Nyaris Tanpa Progres Hingga Tenggat Waktu

42
×

Diduga Lamban dan Minim Aktivitas, CV Satya Kencana Disorot: Proyek Rekonstruksi Jalan Paleuh–Sindangsari Nyaris Tanpa Progres Hingga Tenggat Waktu

Sebarkan artikel ini

Serang, Banten | MediaViral.co

Pelaksanaan Paket Rekonstruksi Jalan Paleuh–Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menuai sorotan tajam. Hingga Kamis, 25 Desember 2025, aktivitas pekerjaan di lapangan dinilai jauh dari kata optimal, bahkan terkesan stagnan. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa CV Satya Kencana selaku pelaksana pekerjaan lamban menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Example 300250

Paket pekerjaan dengan Kode RUP 60870266 tersebut memiliki Nomor Kontrak: 620/06-PK.HS.1044083000/SPK/RKN.JL.PLH-SNDGSR/KPA-BM/DPUPR/2025, bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) APBD Perubahan Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp349.519.464,00. Waktu pelaksanaan ditetapkan 60 hari kalender, terhitung sejak 31 Oktober 2025 hingga 25 Desember 2025.

Belum Ada Tanda Pengecoran, Begisting Tak Terpasang

Berdasarkan pantauan awak mediaviral.co di lokasi, belum terlihat adanya aktivitas pengecoran jalan. Ironisnya, begisting pun belum terpasang sebagaimana mestinya. Material papan hanya terlihat tergeletak di pinggir lokasi, tanpa penataan teknis yang mencerminkan kesiapan pekerjaan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen dan profesionalitas pelaksana proyek, terlebih waktu pelaksanaan telah memasuki masa akhir kontrak.

Pelaksana Bungkam, Diduga Alergi Terhadap Kontrol Media

Pendol, selaku pelaksana lapangan dari CV Satya Kencana, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp terkait kapan dan pada hari apa pengecoran akan dilaksanakan, memilih tidak memberikan jawaban. Padahal, pesan tersebut diketahui telah tersampaikan dan dibaca.

Sikap bungkam ini menimbulkan kesan bahwa pihak pelaksana enggan dikonfirmasi dan diduga alergi terhadap media yang menjalankan fungsi kontrol sosial dan monitoring proyek pemerintah.

Hal serupa juga terjadi saat awak media mencoba mengonfirmasi Ketua RT Kampung Cikuya, namun tidak mendapatkan respons apa pun.

Pengecoran Malam Hari, Kualitas Dipertanyakan

Berbeda dengan sikap diam para pihak terkait, sumber terpercaya yang dihimpun mediaviral.co melalui voice note menyebutkan bahwa pengecoran direncanakan akan dilakukan pada Minggu malam hingga Senin pagi, dan akan diawali dari Gapura.

Rencana pengerjaan pada malam hari ini justru memunculkan kekhawatiran baru terkait kualitas dan mutu beton, serta potensi praktik manipulasi teknis di lapangan.

PPWI: Ini Uang Rakyat, Harus Dikerjakan Maksimal

Menanggapi kondisi tersebut, Abdul Kabir Albantani, Ketua DPD PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia), menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh dikerjakan asal-asalan.

“Kalau sumber anggarannya dari DBH (Dana Bagi Hasil), itu artinya dana berasal dari pajak dan potensi daerah yang dibayarkan oleh masyarakat. Maka pembangunan Rekonstruksi Jalan Paleuh–Sindangsari wajib dikerjakan secara maksimal dan bertanggung jawab,” tegas Abdul Kabir.

Ia juga mengingatkan bahwa pengecoran di malam hari sangat rawan penyimpangan.

“Pengerjaan malam hari berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan dan rawan kecurangan, terutama dalam memanipulasi mutu dan kualitas beton. Ini harus menjadi perhatian serius dinas terkait,” tambahnya.

Desakan Evaluasi dan Pengawasan Ketat

Kondisi ini memunculkan desakan agar DPUPR Kabupaten Serang, pengawas lapangan, dan inspektorat segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika terbukti terjadi kelalaian atau penyimpangan, sanksi tegas harus dijatuhkan demi menjaga kualitas infrastruktur dan kepercayaan publik.

Proyek ini dibiayai dari uang rakyat.
Transparansi adalah kewajiban.
Pengawasan adalah keharusan.

(Tim mediaviral.co)

Example 300x375