Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Warga Sumut Alami Kesulitan Berlapis: Usai Banjir Besar, Kini Dihantam Kelangkaan BBM

23
×

Warga Sumut Alami Kesulitan Berlapis: Usai Banjir Besar, Kini Dihantam Kelangkaan BBM

Sebarkan artikel ini

Simalungun / Sumatera Utara – MediaViral.co

Setelah dilanda banjir besar yang melumpuhkan aktivitas di sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan dua provinsi lainnya, masyarakat kini kembali menghadapi persoalan baru. Di tengah proses pemulihan pascabencana, warga dihadapkan pada kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai menimbulkan keresahan.

Example 300250

Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean panjang kendaraan bermotor di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Salah satunya terlihat di SPBU 14.211.213 Perdagangan, Simalungun, di mana antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga siang hari pada Rabu (03/12/2025). Pengendara sepeda motor dan mobil memadati area pengisian, bahkan sebagian warga mengaku sudah menunggu lebih dari satu jam namun belum mendapat giliran.

Warga menyampaikan bahwa kondisi ini semakin memberatkan, terutama bagi mereka yang masih berupaya memperbaiki rumah, lahan, dan fasilitas pribadi yang rusak akibat banjir. Mobilitas yang bergantung pada BBM membuat aktivitas pencarian kebutuhan pokok, pendistribusian bantuan, hingga perjalanan kerja menjadi terhambat.

“Baru saja pulih dari banjir, sekarang kami kesulitan beli bensin. Antrean panjang seperti ini sudah berlangsung sejak pagi,” ujar salah seorang warga.

Sejumlah pengemudi ojek harian, pedagang keliling, serta pekerja sektor informal mengaku pendapatan mereka menurun drastis karena waktu habis menunggu antrean. Sementara itu, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab utama kelangkaan tersebut—apakah dipengaruhi gangguan distribusi pascabanjir atau faktor teknis lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan kembali pasokan BBM sehingga proses pemulihan pascabencana tidak semakin tersendat.

(Rijal / Redaksi)

Example 300x375