Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Warga Keluhkan Debu dan Limbah Pabrik Jaya Beton, Pemkot Bengkulu Diminta Segera Turun Tangan

84
×

Warga Keluhkan Debu dan Limbah Pabrik Jaya Beton, Pemkot Bengkulu Diminta Segera Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Kota Bengkulu — MediaViral.co

Warga yang tinggal di sekitar pabrik Jaya Beton mengeluhkan dampak operasional pabrik yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Keluhan tersebut meliputi debu yang beterbangan, aliran air bercampur pasir dan debu ke jalan raya, serta keselamatan pekerja yang menjadi perhatian masyarakat.

Example 300250

Keluhan itu disampaikan warga pada Kamis (15/10/2026). Mereka berharap Pemerintah Kota Bengkulu melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Salah satu keluhan utama warga adalah debu yang muncul setiap kali pabrik beroperasi. Debu tersebut disebut beterbangan hingga ke permukiman dan menutupi halaman rumah, tanaman, serta kendaraan milik warga.

Kondisi ini membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak dan lanjut usia. Warga berharap pengelola pabrik melakukan upaya pengendalian debu agar tidak terus mengganggu lingkungan tempat tinggal mereka.

Selain masalah debu, warga juga menyoroti keselamatan dan kesehatan para pekerja. Berdasarkan pengamatan yang disampaikan warga, sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Bahkan, ada pekerja yang disebut tidak mengenakan masker saat bekerja di lingkungan yang dipenuhi debu dan material bangunan.

Warga meminta pengelola pabrik lebih memperhatikan keselamatan pekerja dan memastikan penggunaan APD sesuai dengan risiko pekerjaan serta ketentuan yang berlaku.

Persoalan lain yang dikeluhkan adalah air bekas operasional pabrik yang bercampur debu dan pasir. Air tersebut dilaporkan mengalir keluar dari area pabrik menuju jalan raya di depan lokasi.

Aliran air yang terus membasahi badan jalan itu dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan jalan apabila dibiarkan dalam waktu lama. Karena itu, warga berharap instansi terkait memeriksa sistem pengelolaan air dan saluran pembuangan di lingkungan pabrik.

“Kami tidak menolak adanya pembangunan dan kehadiran pabrik di daerah kami. Namun, kami berharap operasional pabrik tetap memperhatikan lingkungan, kesehatan warga sekitar, dan keselamatan pekerja,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bengkulu segera meninjau kondisi pabrik Jaya Beton. Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup pengendalian debu, pengelolaan air bekas operasional, kondisi jalan di sekitar pabrik, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menghambat kegiatan usaha. Mereka hanya berharap aktivitas pabrik berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pabrik Jaya Beton maupun Pemerintah Kota Bengkulu terkait keluhan warga tersebut. MediaViral.co membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan. (mediaviral.co)

Example 300x375