Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Warga Jalan Dewi Sartika Bandar Lampung Waswas Banjir, Drainase Tak Dibongkar Secara Menyeluruh

34
×

Warga Jalan Dewi Sartika Bandar Lampung Waswas Banjir, Drainase Tak Dibongkar Secara Menyeluruh

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – MediaViral.co

Proyek perbaikan drainase di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Gulak Galik, Kota Bandar Lampung, menuai polemik di tengah masyarakat. Alih-alih mengatasi persoalan banjir, proyek tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru akibat saluran drainase yang tidak tersambung secara sempurna.

Example 300250

Pengerjaan drainase diketahui melewati dua rumah warga, termasuk rumah Ketua RT 08, Mardiah, lantaran belum tercapainya kesepakatan teknis antara warga dan pihak pelaksana proyek. Kondisi ini menyebabkan penyempitan saluran air (bottleneck) karena sisa bangunan drainase lama tidak diseragamkan dengan konstruksi baru.

Pantauan di lokasi pada Senin (15/12/2025) menunjukkan genangan air mulai terlihat di saluran depan rumah warga yang tidak dibongkar. Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Ketua RT 08, Mardiah, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak pembangunan drainase. Ia hanya meminta jaminan agar teras rumahnya direkondisi kembali setelah dilakukan pembongkaran.

“Saya tidak menolak pembangunan. Saya hanya minta kepastian perbaikan kembali teras rumah. Tapi sebelum ada kejelasan, pengerjaannya justru dilewati,” ujar Mardiah.

Polemik semakin menguat setelah adanya pengakuan dari pelaksana proyek bernama Meri, yang menyebut bahwa pekerjaan drainase di Jalan Dewi Sartika bukan merupakan proyek utama, melainkan hasil pengalihan volume pekerjaan dari proyek lain di Gang Langgar.

“Ini tambalan. Ada kekurangan volume sekitar 32 kubik dari RAB awal, jadi dialihkan ke sini supaya tidak menjadi temuan,” ujar Meri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Meri menjelaskan bahwa perubahan gambar pekerjaan dimungkinkan selama masih berada di wilayah kelurahan yang sama, demi mencukupi volume pekerjaan.

“Kita harus kejar volume, supaya tidak disebut korupsi,” ucapnya.

Namun demikian, sikap pelaksana proyek terhadap warga menuai kritik. Meri mengaku dikejar target waktu pelaksanaan dan hanya bersedia membantu penyediaan material untuk perbaikan rumah warga, tanpa menanggung biaya tenaga kerja.

Kondisi ini membuat warga semakin waswas, mengingat fungsi utama drainase yang seharusnya mencegah banjir justru dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru.

(mediaviral.co)

Example 300x375