Pekanbaru, Riau – MediaViral.co
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau berkomitmen memperkuat arah pendidikan komunikasi yang berbasis keterampilan abad ke-21. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Tim Penelitian BOPTN Litapdimas UIN Sumatera Utara yang diketuai oleh Dr. Abdul Rasyid, M.A., ke FDK UIN Suska Riau pada Kamis (30/10/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Integrasi Keterampilan Abad ke-21 dalam Kurikulum Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)”. Dalam rombongan tersebut, turut hadir Dr. Farhan Indra, M.A., dan Dr. Indira Fatra Deni P., M.A., yang juga menjadi pembicara dalam diskusi akademik bersama sivitas akademika UIN Suska.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Diskusi difokuskan pada strategi penguatan kurikulum Ilmu Komunikasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan tuntutan kompetensi abad ke-21.
Turut mendampingi Dekan FDK, Prof. Dr. Masduki, M.Ag., yakni Wakil Dekan I Dr. Muhammad Badri dan Wakil Dekan III Dr. Sudianto, M.I.Kom.
Dalam sambutannya, Prof. Masduki menegaskan pentingnya reposisi kurikulum komunikasi di lingkungan PTKIN untuk menjawab tantangan era digital.
“Mahasiswa Ilmu Komunikasi harus disiapkan menjadi lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, literasi digital, dan kreativitas tinggi. Ini adalah inti dari keterampilan abad ke-21 yang menjadi kunci keberhasilan di dunia kerja dan masyarakat,” ujar Prof. Masduki.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau terus memperkuat pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Project-Based Learning (PjBL). Pendekatan ini dinilai efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, komunikatif, dan inovatif di tengah dinamika perubahan ekosistem media dan komunikasi.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Dr. Abdul Rasyid, M.A., menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan pihaknya berfokus pada pemetaan kesiapan program studi Ilmu Komunikasi di PTKIN dalam mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran.
“Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif sejauh mana program studi di PTKIN, termasuk UIN Suska Riau, telah mengadaptasi unsur 21st Century Skills dalam kurikulum. Hasil riset ini diharapkan menjadi dasar penguatan kualitas lulusan agar selaras dengan kebutuhan era digital dan revolusi industri 4.0,” jelas Dr. Rasyid.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-PTKIN dalam membangun jejaring akademik guna meningkatkan mutu pendidikan komunikasi Islam.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan keterbukaan dari pihak FDK UIN Suska dalam berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan kurikulum,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, Dr. Indira Fatra Deni P., M.A., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, menyoroti pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan kompetensi humanistik dalam pendidikan komunikasi.
“Era digital sering menekankan aspek teknologi, padahal komunikasi sejatinya tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan etika. Keterampilan abad ke-21 harus diletakkan di atas pondasi nilai-nilai dakwah dan keislaman,” ujarnya.
Diskusi juga menyinggung pentingnya peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui kegiatan riset, praktik industri, serta penguatan literasi media digital. Menurut Dr. Farhan Indra, M.A., hasil penelitian semacam ini dapat menjadi pijakan strategis bagi fakultas dalam melakukan curriculum redesign yang lebih visioner dan kontekstual.
Menutup pertemuan, Prof. Masduki menyampaikan apresiasi kepada Tim Peneliti BOPTN Litapdimas UIN Sumatera Utara atas kontribusinya dalam memperkaya khazanah akademik bidang komunikasi.
“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kurikulum komunikasi di PTKIN seluruh Indonesia, sehingga mampu melahirkan generasi komunikator Islam yang cerdas, beretika, dan berdaya saing global,” tutupnya.
Kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama dalam bentuk riset kolaboratif, focus group discussion (FGD), dan lokakarya pengembangan kurikulum berbasis keterampilan abad ke-21.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam membangun pendidikan komunikasi Islam yang unggul, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
(KRO/RD/AN)
















