Jakarta — MediaViral.co
Dugaan pengkhianatan di lingkaran pengamanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro mencuat ke publik internasional. Sebuah narasi yang beredar luas di media sosial dan sejumlah situs luar negeri menyebut bahwa operasi penangkapan Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat diduga melibatkan pengawal pribadinya sendiri.
Informasi tersebut salah satunya diunggah akun Facebook Oblivion Cyclone War dan dikutip oleh situs PrimeNews24. Dalam narasi itu disebutkan bahwa pasukan elite Amerika Serikat, yang diklaim berasal dari Delta Force, dapat memasuki area inti kediaman Maduro tanpa perlawanan berarti.
Disebutkan, penjaga perimeter luar diperintahkan untuk mundur, kamera pengawas dinonaktifkan, dan sistem alarm dimatikan. Saat pasukan khusus mencapai kamar pribadi Maduro, hanya dua pengawal yang tersisa dan keduanya menyerah tanpa perlawanan. Seluruh proses, dari pendaratan hingga evakuasi, diklaim berlangsung kurang dari 12 menit.
Narasi tersebut juga menyebut operasi itu telah dipersiapkan lebih dari satu tahun, dengan titik lemah utama sistem keamanan Maduro berada pada faktor internal, yakni para pengawalnya sendiri. Tekanan ekonomi, kondisi kesehatan keluarga, serta kekecewaan terhadap gaya hidup elite penguasa Venezuela disebut menjadi celah yang dimanfaatkan.
Dalam klaim tersebut, setidaknya tiga pengawal pribadi Maduro disebut direkrut. Salah satunya pengawal senior yang memiliki anak dengan kondisi sakit parah dan kesulitan memperoleh layanan medis di Venezuela. Pengawal lain disebut kecewa terhadap sistem yang dinilai lebih mengutamakan loyalitas politik dibanding profesionalisme. Seorang pengawal senior lain dikabarkan telah lama merasa frustrasi sejak era Hugo Chavez hingga masa pemerintahan Maduro.
Amerika Serikat, menurut narasi tersebut, diklaim menawarkan imbalan antara 10 hingga 20 juta dolar AS per orang, identitas baru, kewarganegaraan AS, serta evakuasi aman bagi keluarga mereka.
Bahkan disebutkan, sedikitnya delapan personel pengamanan Maduro telah “dikompromikan”, baik dengan keterlibatan langsung maupun dengan cara tidak berada di pos pengamanan pada waktu-waktu krusial. Operasi baru dijalankan ketika salah satu petinggi pengawal pribadi bertugas langsung mendampingi Maduro dan memiliki informasi detail mengenai keberadaan presiden Venezuela itu.
Dalam versi cerita yang beredar, Maduro disebut tengah tertidur saat pasukan khusus memasuki kamarnya. Salah satu laporan bahkan mengklaim Maduro sempat mencoba mengingatkan pengawalnya tentang sumpah setia, namun situasi disebut telah terlambat.
Hingga kini, klaim mengenai pengkhianatan pengawal pribadi Maduro tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Venezuela. Media internasional arus utama juga belum merilis laporan resmi yang menguatkan detail narasi tersebut.
Sejumlah pengamat menilai informasi tersebut perlu disikapi secara hati-hati, mengingat besarnya dampak geopolitik yang ditimbulkan dari isu penangkapan kepala negara berdaulat, serta maraknya perang informasi di ruang digital internasional.
MediaViral.co akan terus memantau perkembangan dan konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait.
(Fb Oblivion Cyclone War)
Editor: Dani
MediaViral.co
















