Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Terbongkar! Surat Aspirasi Warga Diduga Disiapkan Kontraktor, Proyek Irigasi Way Bumi Agung Lampung Utara Disinyalir Asal Jadi

23
×

Terbongkar! Surat Aspirasi Warga Diduga Disiapkan Kontraktor, Proyek Irigasi Way Bumi Agung Lampung Utara Disinyalir Asal Jadi

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara —
MediaViral.co

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Way Bumi Agung di Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan publik. Pekerjaan bernilai belasan miliar rupiah yang dikerjakan PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung ini disinyalir asal jadi dan diduga melibatkan rekayasa aspirasi masyarakat.

Example 300250

Dugaan tersebut mencuat setelah media memperoleh surat pernyataan Kepala Desa Cempaka, Rizki Puspa Dewi, yang mengatasnamakan aspirasi warga bersama pihak BBWS Mesuji Sekampung, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Mesuji Sekampung pada Kegiatan Irigasi dan Rawa I. Surat bernomor 470/38/01/53-LU/2025 tertanggal 5 Februari 2026 itu disebut sebagai dukungan masyarakat terhadap proyek irigasi.

Namun, hasil penelusuran media mengungkap fakta mengejutkan. Isi surat pernyataan tersebut diduga telah disiapkan oleh pihak penyedia jasa. Contoh surat diketahui diberikan oleh Alifiah, yang mengaku sebagai Humas PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS). Temuan ini memunculkan dugaan kuat adanya upaya pembentukan opini publik secara sistematis.

Ironisnya, dugaan tersebut muncul di tengah kondisi proyek yang dinilai bermasalah. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Bumi Agung BBA.4 yang baru selesai dikerjakan dilaporkan sudah mengalami kerusakan serius. Sejumlah titik terlihat ambrol dan tererosi, terutama pada bagian gorong-gorong dan bawah saluran irigasi. Bahkan, rongga di bawah saluran tersebut diperkirakan cukup besar hingga dapat dimasuki kendaraan jenis minibus.

Meski pihak penyedia jasa telah melakukan perbaikan di beberapa titik, warga setempat mengaku tidak puas. Pasalnya, perbaikan dilakukan tanpa melibatkan masyarakat dan dinilai tidak menyeluruh, sehingga memicu kekhawatiran terhadap kualitas serta ketahanan bangunan irigasi tersebut.

Masyarakat pun mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dan SNVT BBWS Mesuji Sekampung untuk melakukan audit menyeluruh serta membongkar ulang proyek apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami menunggu lebih dari 10 tahun agar irigasi ini diperbaiki. Kami butuh pembangunan yang kuat dan berkualitas, bukan sekadar proyek yang terlihat selesai di atas kertas,” ujar sejumlah warga.

“Kalau pembangunannya seperti ini, yang dirugikan bukan hanya negara, tapi kami sebagai pengguna air. Tidak ada pilihan lain, proyek ini harus dibongkar ulang,” tegas mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) dan BBWS Mesuji Sekampung belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan tersebut.

(BB/Red)

Example 300x375