Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Speedboat Patroli KKP Dibakar Oknum Nelayan di Pessel, Polisi Selamatkan 8 Petugas

8
×

Speedboat Patroli KKP Dibakar Oknum Nelayan di Pessel, Polisi Selamatkan 8 Petugas

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan/Sumatra Barat, MediaViral.co

Satu unit kapal speedboat milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dibakar oleh sekelompok nelayan di kawasan Pantai Muara Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.

Example 300250

Kapal patroli jenis Spinner Dolphin itu sebelumnya digunakan tim PSDKP dalam patroli hari ketiga untuk menindaklanjuti dugaan penggunaan alat tangkap terlarang oleh nelayan setempat.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB, ketika kapal patroli berupaya menghentikan beberapa kapal nelayan yang diduga menggunakan alat tangkap jenis pukat lampara dasar (mini trawl).
Salah satu kapal berhasil dicegat, dan dua petugas, Pebri dan Harry, sempat melompat ke kapal nelayan untuk menyita alat tangkap yang dilarang.

Namun kapal nelayan melaju ke darat dan dikandaskan di pantai. Akibatnya, kapal patroli PSDKP yang mencoba mendekat juga ikut terdampar karena dorongan arus laut yang kuat.
Situasi memanas ketika warga berdatangan ke lokasi. Meskipun tidak terjadi bentrok fisik, massa menyuarakan protes terhadap kehadiran petugas PSDKP di wilayah mereka.

Untuk mencegah eskalasi, tokoh masyarakat setempat segera melaporkan insiden tersebut ke polisi.

Adapun personel PSDKP yang terlibat dalam patroli dan kini diamankan di Mapolsek yaitu Kapten Hakimi, Pebri, Afdal, Harry, Apri, Andrianto, Memen, dan Reinard.

Kapolsek Linggo Sari Baganti, AKP Welly Anoftri, menjelaskan Jumat (12/9/2025) pihaknya menerima laporan dari tokoh masyarakat tentang adanya kericuhan terkait kegiatan patroli PSDKP.
“Kami langsung menurunkan personel ke lokasi. Tim berhasil mengevakuasi seluruh petugas PSDKP dan membawa mereka ke Mapolsek untuk diamankan dari potensi tindakan anarkis,” jelasnya.

Menurut AKP Welly, pembakaran speedboat terjadi setelah proses evakuasi selesai. Massa yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penyelamatan diduga membakar kapal yang telah kandas di tepi pantai.

Saat ini, kepolisian tengah menyelidiki motif dan pelaku pembakaran tersebut, serta menggali keterangan dari saksi di lapangan.
Berikut Identitas Awak Kapal PSDKP
N: HAKIMI
U: 40 Tahun
S: Minang
P: KAPT. KN. SPINNER DOLPHIN
A: PSDKP BUNGUS
N: MEMEN OKTA CANDRA
U: 39 Tahun
S: Minang
J: ABK
A: PSDKP BUNGUS
N: M. AFDHAL
U: 24 Tahun
S: Minang
J: ABK
A: PSDKP BUNGUS
N: FEBRI ANDRIANSYAH
U: 43 Tahun
S: Kompring
J: ABK/ Pengawas Perikanan
A: PSDKP BUNGUS
N: ANDRIYANTO
U: 43 Tahun
S: Sunda
J: ABK/ Pengawas Perikanan
A: PSDKP BUNGUS
N: MARIENER
U: 39 Tahun
S: Sangir
J: ABK
A: KP. HMC 05
N: HARI
U: 32 Tahun
S: Jawa
J: ABK
A: KP. HMC 05
N: APRI YALMAN
U: 33 Tahun
S: Minang
J: ABK/ Pengawas Perikanan
A: PSDKP BUNGUS

Tim investigasi Media kan Terus Pantau Perkembangan Kasus Ini Kedepan Karna Pukat Harimau Juga Sangat Dilarang Untuk Digunakan Di wilayah Laut Negara Repoblik Indonesia Selain Sangat Berbaya Bagi Eko sistim Laut Dan Terumbuh karang Kita. faktor kesenjangan Ekonomi Juga Bisa kita Kaji Disini karna Kenapa Bisa Masyarakat Air Haji Sampai berani Melakukan hal seperti ini Mungkinkah Masyarakat Sudah Mulai Bosan dan Gerah Dengan Segala janji manis Pemerintah yang Tidak Bisa mencarikan Solusi Buat Masyarakat Nelayan Yang Berada dikawasan Tersebut ,Diduga Kesenjangan Sosial Bisa juga Memacu amarah Masyarakat Setempat Atau ada motif Lain Kasus ini Sudah Ditangani APH setempat.

( **Tim BM / fr **)

Example 300x375