Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

SPBU 13.275.506 di Muaro Lingge Diduga Jadi Sarang Pelangsiran BBM Subsidi, Polda Sumbar Diminta Bertindak

104
×

SPBU 13.275.506 di Muaro Lingge Diduga Jadi Sarang Pelangsiran BBM Subsidi, Polda Sumbar Diminta Bertindak

Sebarkan artikel ini

Sijunjung, Sumatra Barat – MediaViral.co

SPBU 13.275.506 di Jalan Lintas Sumatera, Muaro Lingge, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, diduga kuat menjadi pusat praktik pelangsiran BBM bersubsidi. Aktivitas ilegal ini disebut telah berlangsung lama, namun aparat pengawas dan penegak hukum terkesan tutup mata.

Example 300250

Setiap hari, puluhan mobil pelangsir dengan tangki besar diduga bebas mengisi BBM subsidi di SPBU tersebut, kemudian mengangkutnya keluar daerah untuk diperjualbelikan secara ilegal. Akibatnya, stok BBM subsidi cepat habis dan masyarakat kecil yang berhak justru kerap kehabisan.

“Antre dari pagi, tapi BBM subsidi selalu habis karena diambil pelangsir. Ini penghianatan terhadap rakyat kecil yang sangat membutuhkan,” keluh seorang warga.

Ketua LSM GAKPAN, Indra Lukman, mengecam keras praktik ini dan menuntut penindakan tegas.
“Ini bukan sekadar dugaan, ini fakta pelanggaran serius. Kami desak Polda Sumatera Barat segera bertindak, tangkap dan proses pelaku pelangsiran agar ada efek jera,” tegas Indra.

Ia juga meminta PT Pertamina Patra Niaga, selaku pengelola distribusi BBM, untuk tidak berdiam diri.
“Patra Niaga harus menghentikan operasional SPBU yang menjadi sarang pelangsiran. Pengawasan ketat dan penegakan aturan adalah kewajiban mutlak,” ujarnya.

Jika dibiarkan, praktik ini bukan hanya mencuri hak rakyat miskin, tetapi juga merugikan negara dengan kerugian besar. Subsidi BBM adalah amanah pemerintah untuk rakyat, bukan untuk diperdagangkan segelintir oknum demi keuntungan pribadi.

Masyarakat berharap Polda Sumatera Barat bersama Patra Niaga segera menunjukkan komitmen nyata dengan pengawasan ketat dan penindakan tegas, agar subsidi BBM benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak. (***)

Example 300x375