Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Soal Dana 4,1 Triliun, Rakyat Percaya Data Bank atau Pengakuan Pemda Jabar, Menkeu Purbaya Balik Sindir KDM: “Mungkin Anak Buahnya yang Ngibulin”

31
×

Soal Dana 4,1 Triliun, Rakyat Percaya Data Bank atau Pengakuan Pemda Jabar, Menkeu Purbaya Balik Sindir KDM: “Mungkin Anak Buahnya yang Ngibulin”

Sebarkan artikel ini

Jakarta — MediaViral.co

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membantah adanya dana daerah sebesar Rp4,1 triliun mengendap di perbankan.

Example 300250

Menurut Purbaya, data tersebut bukan karangan, melainkan hasil pemantauan resmi Bank Indonesia (BI) per September 2025. Ia pun menilai Gubernur Dedi kemungkinan mendapat informasi keliru dari jajarannya.

“Tanya saja ke bank sentral. Itu data dari sana. Kemungkinan besar anak buahnya ngibulin dia. Data itu laporan perbankan dan laporan Pemda,” ujar Purbaya di kantornya, Selasa (20/10).

Purbaya menegaskan, pihaknya tidak pernah menyebut secara spesifik rincian dana yang mengendap di Jawa Barat. Ia hanya memaparkan total dana pemerintah daerah yang tersimpan di perbankan secara nasional, yang menurutnya terus meningkat.

“Saya enggak pernah bilang data Jabar secara spesifik. Saya cuma sampaikan total dana Pemda di perbankan, dan itu semua bersumber dari sistem keuangan Bank Indonesia,” jelasnya.

Menkeu juga menambahkan, data BI diperbarui hampir setiap minggu, sehingga kemungkinan adanya kesalahan data sangat kecil. Ia bahkan menyebut, angka yang ia sampaikan sejalan dengan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di bawah Tito Karnavian.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara catatan BI bulan September dan Oktober 2025. Berdasarkan data tersebut, saldo dana Pemda Jawa Barat di bank turun dari Rp3,8 triliun menjadi Rp2,6 triliun hanya dalam sebulan.

Temuan ini pun menimbulkan tanda tanya publik. Banyak pihak mempertanyakan kebenaran bantahan Gubernur Dedi.

“Data bank kan diperbarui terus. Masa data bank bohong? Yang lebih logis, justru ada yang main petak umpet di internal Pemda,” ujar seorang warga yang menanggapi pernyataan tersebut.

Publik kini menunggu klarifikasi lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dugaan adanya perbedaan laporan antara pusat dan daerah soal dana daerah yang mengendap di perbankan. (***)

Example 300x375