Simalungun, Sumatera Utara — MediaViral.co
Dugaan permainan kotor dalam penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) di PKS Dolok Ilir PTPN IV Regional 2 semakin menguat. Sejumlah temuan lapangan, informasi dari internal, serta sikap tertutup manajemen memperlihatkan adanya persoalan serius yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah melalui penurunan mutu CPO.
Investigasi terbaru menemukan bahwa truk-truk vendor masih bebas memasukkan buah mentah (unripe FFB) ke area pabrik. Aktivitas ini berlangsung tanpa filter kontrol mutu yang memadai, bahkan terkesan ada pola pembiaran di jajaran petugas timbang dan sortasi.
Situasi ini memicu dugaan bahwa mekanisme pengawasan di PKS Dolok Ilir bukan sekadar lemah, tetapi diduga sengaja dilemahkan.
Temuan Lapangan: TBS Mentah Masuk, Petugas Sortasi Diduga “Tak Melihat”
Dalam serangkaian pemantauan, awak media menemukan pola yang sama:
Truk vendor mengangkut TBS dengan prosentase buah mentah tinggi.
Petugas sortasi tidak melakukan pemeriksaan detail.
Tidak ada penolakan, meski standar mutu jelas dilanggar.
Seorang sumber internal mengungkapkan fakta yang lebih mencengangkan.
“Ini bukan sekali dua kali. Ada truk yang jelas-jelas buahnya mentah. Tapi kok bisa lolos? Orang lapangan juga heran. Ada dugaan kuat permainan antara pendor dan oknum penerima,” bebernya.
Indikasi keterlibatan oknum tertentu semakin mengarah pada dugaan persekongkolan vendor–petugas, yang pada akhirnya merugikan PTPN IV dan negara.
Pelanggaran SOP dan Regulasi yang Sangat Serius
Praktik ini jelas bertentangan dengan SOP PTPN IV dan Permentan No. 14/2013, yang secara eksplisit mewajibkan penolakan terhadap TBS mentah karena:
Menurunkan rendemen OER
Memperburuk kualitas CPO
Menggerus pendapatan perusahaan secara langsung
Dengan standar wajib:
90% buah matang – 12,5% brondolan – nol toleransi untuk buah mentah,
penerimaan TBS mentah tidak bisa disebut kelalaian. Ini pelanggaran prosedur yang disengaja.
Manajer PKS Blokir Wartawan, Diduga Minta “Berita Tandingan”
Setelah pemberitaan sebelumnya, tim media mendatangi manajemen PKS Dolok Ilir untuk konfirmasi resmi. Namun jawaban yang muncul sama sekali tidak mencerminkan etika korporasi BUMN.
Kontak wartawan diblokir oleh manajer pabrik.
Tidak ada klarifikasi atau hak jawab resmi.
Sumber internal menyebut manajer mencoba “memasang badan” sambil meminta jurnalis membuat counter narrative atau berita tandingan untuk meredam isu.
Tindakan ini tidak hanya mencurigakan, tapi membahayakan.
Sebab manajemen BUMN wajib transparan, responsif terhadap pers, dan tunduk pada UU Keterbukaan Informasi Publik.
Tertutupnya pintu konfirmasi justru memperkuat tanda tanya:
Apa yang sedang ditutupi manajemen PKS Dolok Ilir?
Indikasi Kerugian Negara dan Motif Permainan
Penerimaan buah mentah tidak pernah berdiri sendiri. Umumnya, praktik ini mengandung motif keuntungan gelap:
Vendor mendapat pembayaran penuh meski kualitas TBS rendah.
Oknum penerima mendapat “imbal balik”.
Kerugian ditanggung perusahaan dan negara.
Jika pola ini terus dibiarkan, potensi kerugian negara bukan lagi jutaan, tetapi dapat mencapai miliaran rupiah akibat turunnya OER dan degradasi kualitas CPO.
Masyarakat Mendesak PalmCo dan Aparat Turun Tangan
Tokoh masyarakat Dolok Batu Nanggar menegaskan bahwa dugaan permainan TBS mentah harus diusut tuntas.
“Kalau dibiarkan, ini akan jadi ladang permainan oknum. Direksi dan aparat harus turun. Jangan hanya tunggu laporan, tapi periksa langsung. Ini sudah merugikan negara,” ujarnya.
Desakan ini menguat mengingat PTPN IV kini berada dalam struktur PalmCo, yang membawa mandat besar untuk meningkatkan profesionalisme dan efisiensi BUMN perkebunan.
Jika pengawasan di PKS Dolok Ilir saja bermasalah, publik patut khawatir bahwa persoalan serupa bisa merembet ke unit lain di Regional 2.
Direksi Diminta Audit dan Lakukan Investigasi Tanpa Kompromi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PKS Dolok Ilir belum memberikan keterangan resmi. Publik kini menunggu langkah konkret:
Audit mutu dan rantai pasok TBS
Pemeriksaan petugas timbang dan sortasi
Penelusuran hubungan vendor–oknum penerima
Investigasi internal oleh PalmCo dan PTPN IV Regional 2
Sanksi disiplin atau hukuman bila terbukti terjadi permainan
Tanpa tindakan tegas, dugaan permainan TBS mentah ini tidak hanya merusak reputasi PTPN IV, tetapi juga mencoreng wajah BUMN di mata publik. (mediaviral.co)
















