Kediri, Jawa Timur – MediaViral.co
Tradisi mudik Idul Fitri selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu jutaan masyarakat Indonesia. Namun di balik euforia pulang kampung, petugas kesehatan Kabupaten Kediri mengingatkan adanya ancaman serius di jalan raya yang sering diabaikan para pemudik: kondisi tubuh yang dipaksakan tetap berkendara meski sudah kelelahan.
Setiap musim mudik, jalanan tidak hanya dipadati kendaraan, tetapi juga diwarnai lonjakan kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar dipicu oleh kelelahan pengemudi, kurang tidur, serta menurunnya konsentrasi saat berkendara.
Petugas kesehatan menegaskan, memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak fit bisa berubah menjadi bencana di tengah perjalanan.
“Banyak pemudik terlalu fokus ingin cepat sampai kampung halaman, tetapi mengabaikan kondisi tubuhnya. Padahal kelelahan, kurang tidur, dan dehidrasi bisa menurunkan konsentrasi secara drastis dan memicu kecelakaan,” ujar salah satu petugas kesehatan di posko mudik.
Petugas mengimbau para pemudik untuk menjaga stamina dengan mengonsumsi makanan sehat dan bersih, seperti buah serta sayur, serta memperbanyak minum air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi selama perjalanan jauh.
Selain itu, pengemudi juga diingatkan tidak mengonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang saat berkendara, karena dapat menurunkan kesadaran dan memperbesar risiko kecelakaan fatal di jalan.
Kebiasaan begadang sebelum perjalanan juga menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan saat mudik. Kondisi kurang tidur dapat memicu microsleep, yaitu tertidur beberapa detik tanpa disadari saat berkendara.
“Microsleep sering terjadi ketika pengemudi memaksakan diri tetap berkendara dalam kondisi mengantuk. Dalam hitungan detik saja, kendaraan bisa keluar jalur dan menimbulkan kecelakaan serius,” jelas petugas.
Untuk mencegah hal tersebut, pemudik dianjurkan berhenti setiap empat jam perjalanan atau saat mulai merasa lelah, lalu melakukan peregangan ringan untuk mengurangi ketegangan otot serta menjaga tubuh tetap rileks.
Petugas juga mengajak masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan sebelum berangkat mudik. Pemeriksaan bisa dilakukan di puskesmas, klinik, maupun pos kesehatan umum yang tersedia di berbagai jalur mudik.
Pemeriksaan ini bahkan disediakan secara gratis di pos kesehatan, meliputi pengecekan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, kadar gula darah, hingga tes alkohol dan narkoba guna memastikan pengemudi benar-benar aman untuk berkendara.
Di sisi lain, petugas kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik jika menemukan kecelakaan di jalan. Banyak kasus korban justru mengalami kondisi lebih parah karena penanganan pertama yang keliru.
Jika menemukan kecelakaan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat kesehatan Kabupaten Kediri di nomor 119 atau 085 212 117 119.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan keselamatan diri sendiri, mengamankan lokasi kejadian, mematikan mesin kendaraan yang terlibat, serta memprioritaskan korban yang masih hidup. Korban boleh dipindahkan dengan sangat hati-hati jika memungkinkan, namun kendaraan sebaiknya tidak dipindahkan karena merupakan bagian dari proses penyelidikan kepolisian.
Petugas menegaskan bahwa keselamatan selama mudik sangat bergantung pada kesadaran setiap pengemudi dalam menjaga kondisi fisik dan mental saat berkendara.
“Perjalanan mudik seharusnya menjadi momen bahagia untuk bertemu keluarga. Jangan sampai berubah menjadi musibah hanya karena memaksakan diri berkendara saat tubuh sudah tidak mampu,” pungkas petugas.
Mudik sehat, perjalanan aman, dan Lebaran pun bisa dirayakan dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga. (mediaviral.co)
















