Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Rehab SDN 3 Jelai dan SDN Sungai Raja 1 Diduga Proyek Siluman, Tak Diakui Dikbud Sukamara

77
×

Rehab SDN 3 Jelai dan SDN Sungai Raja 1 Diduga Proyek Siluman, Tak Diakui Dikbud Sukamara

Sebarkan artikel ini

Sukamara, Kalimantan Tengah – MediaViral.co

Dugaan proyek bermasalah kembali mencuat di Kabupaten Sukamara. Kali ini, sorotan tajam publik mengarah pada proyek rehabilitasi SDN 3 Jelai dan SDN Sungai Raja 1 yang diduga mangkrak dan tidak selesai sesuai kontrak. Lebih mencengangkan, proyek tersebut tidak jelas siapa pemiliknya, hingga memunculkan dugaan kuat sebagai proyek siluman, Selasa (20/01/2026).

Example 300250

Kasus ini mencuat setelah pemberitaan sebelumnya mengungkap banyaknya proyek di Kabupaten Sukamara yang tidak rampung sesuai perjanjian kerja. Dua proyek rehabilitasi sekolah dasar ini kini menjadi perhatian karena kondisi fisik bangunan yang belum selesai, namun papan informasi proyek pun tidak memberikan kejelasan.

Ironisnya, saat awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamara melalui pesan WhatsApp, jawaban yang diterima justru menambah tanda tanya besar.

“Maaf pak, kegiatan itu tidak Dikbud dan pekerjaan itu bukan punya kami,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Sukamara.

Pernyataan tersebut sontak mengundang pertanyaan publik:
Jika bukan milik Dinas Pendidikan, lalu proyek ini milik siapa?

Dua sekolah negeri yang seharusnya berada di bawah naungan Dinas Pendidikan justru memiliki proyek rehabilitasi yang tidak diakui oleh instansi terkait. Kondisi ini dinilai janggal dan memantik dugaan bahwa proyek tersebut berjalan tanpa kejelasan administrasi, tanpa transparansi, dan tanpa pengawasan resmi.

Tak sedikit pihak menduga, proyek rehabilitasi tersebut merupakan proyek siluman—pekerjaan fisik yang ada di lapangan, namun asal-usul anggaran, pelaksana, dan penanggung jawabnya gelap. Situasi ini memperkuat kecurigaan adanya sesuatu yang sengaja disembunyikan dari publik.

Kebingungan pun meluas di tengah masyarakat. Tidak satu pun instansi yang mengaku bertanggung jawab, sementara bangunan sekolah dibiarkan dalam kondisi tidak tuntas. Publik menilai ini sebagai bentuk pembodohan terhadap masyarakat, sekaligus mencederai prinsip transparansi penggunaan anggaran negara.

Pertanyaan besar kini mengemuka:
Ada apa dengan proyek rehab dua sekolah ini? Mengapa tak satu pun instansi berani mengakui kepemilikannya? Dan ke mana aliran anggaran proyek tersebut?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai status proyek rehabilitasi SDN 3 Jelai dan SDN Sungai Raja 1. Publik mendesak aparat penegak hukum dan inspektorat daerah segera turun tangan untuk mengungkap tabir proyek misterius ini.

Jika dibiarkan, kasus ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk: proyek ada, bangunan mangkrak, tapi penanggung jawab menghilang.

Publik kini menunggu keberanian aparat:
Apakah proyek siluman ini akan dibongkar, atau justru kembali tenggelam tanpa jejak? (mediaviral.co)

Example 300x375