MESUJI/LAMPUNG KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID
Diduga lemahnya kepengawasan, dari tim monitoring dinas pendidikan dan konsultan, kegiatan rehabilitas baik ruangan kelas maupun rehabilitas Ruang Perpustakaan di SD Negri 01 Panca Jaya, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung sabtu 28/12/2024.
kegiatan tersebut menjadi sorotan dari ketua Dewan Perwakilan Kabupaten (DPK) Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonisia ( LPAKN.RI – PROJAMIN ) Profisional Jaringan Mitra Negara saat tim Investigasi berkunjung kesekolahan SD Negri 01 Panca Jaya, tampa dengan sengaja melihat kegiatan tersebut
telah usai di kerjakan oleh pihak kontraktor,
Dan diduga kegiatan tersebut telah difinisingkan oleh pihak Dinas.
anehnya menurut Pemantauan ketua LPAKN.RI – PROJAMIN Kabupaten Mesuji, Tabrani kenapa kegiatan belum 100% maxsimal sudah di finisingkan oleh Dinas !, ada apa dan kenapa.
Padahal kalau kita melihat kegiatan rehabilitas ruang kelas dan Perpustakaan anggaran nya sangat relefan fantastis dan belum seumur jagung sudah pada retak retak dan perenofasian tembok dinding ada yang bergelombang dan diduga sebagian Plafonnya ada yang ngeletek dan terkelupas.
“Disisi lain, temuan tim invistigasi Dari LPAKN.RI – PROJAMIN Kabupaten Mesuji telah di sampaikan oleh Tabrani melalui WathsApp kepada Sekertaris , Kabid dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji.
Balasan pesan WathsApp dari Sekertaris Imron dia mengatakan iya bang untuk bangunan fisik 2024 masih ada tahap pemeliharaan bang dan masih menjadi tanggung jawab rekanan, pihak sekolahan bisa menginventarisir kondisi bangunan yang harus di tindak lanjuti pada tahap pemeliharaan ,” ucapnya.
“Dilain sisi , kabid Dikdas M. Tiwi menyampaikan melalui pesan WathsApp, untuk ruang perpus kita hanya rehab bukan pembangunan baru, sedang untuk rabat kita hanya peralihan saja, untuk yang retak retak di rawat di masa pemeliharaan ( retensi ) ini kami akan memerintahkan rekan untuk merapihkan,” ungkap M.Tiwi
Kalau WathsApp yang di kirimkan kepada kepala dinas pendidikan Kabupaten Mesuji Andi, tidak di gubris sama sekali seolah olah acuh dan cuwek. tutur anggota tim investigasi di lapangan
“Menyikapi hal demikian seharusnya kepala dinas pendidikan kabupaten Mesuji sebagai pelayan publik dapat meresfon atas informasi yang di sampaikan baik dari masyarakat maupun dari awak media dan LSM karena mereka sebagai penyaji dan pemberi informasi,” tandas Tabrani
















