Ponorogo, Jawa Timur – MediaViral.co
Kegiatan yasinan yang biasanya berlangsung khusyuk di Desa Bancar mendadak berubah menjadi panggung sosialisasi pajak. Di tengah ratusan ibu-ibu jamaah yasin di lingkungan Jetak, Dukuh Duwet, Kecamatan Bungkal, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi NasDem, Mirza Ananta, hadir menyampaikan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Sabtu (7/3/2026).
Kehadiran politisi provinsi itu langsung menyedot perhatian warga. Ratusan jamaah yang awalnya berkumpul untuk kegiatan keagamaan kini berubah menjadi peserta sosialisasi kebijakan pemerintah soal pajak daerah.
Dalam paparannya, Mirza menegaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa setiap rupiah yang dibayarkan melalui pajak akan kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan.
“Pajak daerah adalah napas pembangunan Jawa Timur. Jalan, layanan kesehatan, hingga pendidikan yang kita nikmati hari ini berasal dari kontribusi pajak masyarakat,” ujar Mirza di hadapan para jamaah.
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Pamuji, serta Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono, bersama perangkat desa setempat.
Pamuji menilai langkah sosialisasi langsung ke masyarakat seperti ini penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya berhenti di meja birokrasi, tetapi benar-benar dipahami oleh warga di tingkat bawah.
“Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten harus terus diperkuat. Ketika masyarakat memahami pajak, pembangunan daerah bisa berjalan lebih mandiri dan transparan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap para wakil rakyat tidak hanya datang saat agenda tertentu, tetapi juga rutin hadir menyerap aspirasi masyarakat desa.
Kegiatan yang berlangsung cukup ramai itu ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung cukup kritis dari para jamaah. Beberapa warga bahkan mempertanyakan sejauh mana pajak benar-benar kembali ke desa dalam bentuk pembangunan.
Acara pun ditutup dengan doa bersama, namun diskusi mengenai pajak dan pembangunan desa tampaknya masih akan terus bergulir di tengah masyarakat. (mediaviral.co)
















