Sukamara, Kalimantan Tengah – MediaViral.co
Sejumlah pekerjaan Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Sukamara, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN, menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah proyek dinilai terkesan dipaksakan dan diduga menimbulkan berbagai kejanggalan yang hingga kini belum terjawab, Rabu (11/2/2026).
Banyaknya proyek yang dibiayai anggaran tahun 2025, baik dari APBN provinsi dan pusat maupun dari APBD daerah, diduga mengalami permasalahan dalam pelaksanaannya. Beberapa pekerjaan disebut tidak selesai sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan.
Di antaranya adalah proyek transmigrasi dari kementerian, pembangunan Pasar Saik, peningkatan sejumlah sekolah, serta beberapa pekerjaan infrastruktur lainnya. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Masyarakat mempertanyakan apakah persoalan proyek Tahun Anggaran 2025 ini akan diusut secara tuntas tanpa tebang pilih. Harapan tersebut ditujukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, baik perwakilan provinsi maupun pusat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Kejaksaan Agung, serta aparat penegak hukum (APH), khususnya bidang tindak pidana korupsi.
Kedatangan BPK RI ke Kabupaten Sukamara pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Masyarakat berharap kehadiran tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam mengungkap dugaan permasalahan pada proyek-proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN.
“Ini uang negara, sekecil apa pun harus ada pertanggungjawabannya,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Masyarakat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa kebal hukum karena jabatan atau kekuasaan. Mereka meminta agar setiap dugaan penyimpangan anggaran negara dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, masyarakat menyatakan akan terus memantau dan mengawal perkembangan persoalan ini agar tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.
Kini publik menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti berbagai dugaan tersebut secara transparan dan profesional. (mediaviral.co)
















