Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Program MBG Presiden Prabowo Diprotes Wali Murid SD MIN 1 Lampung Utara, Menu Dinilai Tak Wajar hingga Diduga Ada Penyimpangan

67
×

Program MBG Presiden Prabowo Diprotes Wali Murid SD MIN 1 Lampung Utara, Menu Dinilai Tak Wajar hingga Diduga Ada Penyimpangan

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara – MediaViral.co

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuai protes keras dari sejumlah wali murid di SD MIN 1, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Example 300250

Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas dan porsi menu MBG yang diterima para siswa. Mereka menilai makanan yang dibagikan jauh dari standar kelayakan dan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai Rp10.000 per siswa per hari.

Menurut keterangan wali murid, sejak pasca libur sekolah panjang, menu MBG yang diterima siswa berubah drastis. Dari sebelumnya berupa nasi dan lauk pauk, kini diganti dengan makanan kering yang diambil mingguan di sekolah.

Salah satu wali murid, Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media pada Jumat (13/01/2026). Ia menyebut anaknya yang duduk di kelas VI hanya menerima satu buah sempol, sayur, satu butir telur ayam, satu butir telur puyuh, dan satu buah salak.

“Salaknya cuma satu biji, telurnya satu, sempol satu, dan sayur. Ini jelas tidak wajar. Bahkan yang lebih parah, buah salak yang dibagikan sudah dalam kondisi membusuk,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, buah salak busuk tersebut dibagikan pada Sabtu (10/01/2026), sehingga sangat dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan anak-anak jika dikonsumsi.

Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya. Mereka memperkirakan menu MBG yang dibagikan selama satu minggu hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp9.000 hingga Rp10.000 per siswa, bahkan diduga kurang dari itu.

“Dulu anak kami dapat makanan bergizi berupa nasi dan lauk pauk dengan anggaran Rp10.000 per siswa. Sekarang malah diganti makanan kering yang diambil seminggu sekali. Ini sangat janggal,” ungkap salah satu wali murid.

Para wali murid mendesak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di sekolah tersebut.

“Saya mewakili wali murid berharap pemerintah segera mengevaluasi penyelenggara SPPG. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak citra dan tujuan mulia program Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Wali murid juga menyayangkan sikap Kepala Dapur SPPG MBG yang dinilai lalai karena membagikan buah dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Ini program Makanan Bergizi Gratis, bukan makanan asal-asalan. Anak kami malah bisa sakit kalau disuruh makan buah busuk. Kami jelas tidak terima,” ujarnya dengan nada geram.

Mereka menegaskan bahwa program MBG memiliki anggaran besar dari pemerintah pusat dan seharusnya benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, bukan disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara SPPG Program Makanan Bergizi Gratis di SD MIN 1 Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan atas keluhan para wali murid tersebut.

(mediaviral.co)

Example 300x375