Jakarta – MediaViral.co
Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung kembali melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyindir “orang pintar” karena dinilai hanya bisa berbicara dan mengkritik pemerintah.
Melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rocky menyoroti logika di balik pernyataan Presiden tersebut. Ia menilai sindiran Prabowo justru membuka ruang tafsir yang berbahaya dan menyerang balik legitimasi pemerintah sendiri.
“Kalau Presiden mengatakan orang pintar hanya bisa mengkritik, maka implikasi logisnya jelas: pemerintah ini diisi oleh orang-orang yang tidak pintar,” ujar Rocky dengan nada satir.
Rocky menegaskan bahwa kritik adalah bagian inheren dari kecerdasan publik dan tradisi demokrasi. Menurutnya, orang pintar justru memiliki kewajiban moral untuk mengkritik kekuasaan agar kebijakan negara tetap rasional dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Ia juga membedakan antara kritik berbasis nalar dan data dengan sekadar ocehan kosong. “Ada yang bicara tanpa substansi, itu berbeda dengan kritik intelektual. Kritik itu kerja akal sehat, bukan kebisingan,” tegasnya.
Rocky menilai pernyataan Presiden Prabowo berpotensi menciptakan dikotomi semu antara pemerintah dan kaum intelektual. Padahal, dalam sistem demokrasi modern, pemerintah seharusnya membuka ruang dialog dan kritik, bukan justru menyindir atau meremehkan peran pengawas kekuasaan.
“Kalau kritik dianggap musuh, maka yang sedang dibangun bukan pemerintahan kuat, tapi kekuasaan yang alergi terhadap akal sehat,” kata Rocky.
Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik Rocky Gerung terhadap arah komunikasi politik pemerintahan Prabowo, khususnya dalam merespons perbedaan pandangan dari kalangan akademisi dan masyarakat sipil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan Rocky Gerung tersebut. (mediaviral.co)
















