Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pesona Bukit Embun: Saat Kabut Menyambut Gubernur RMD dan Lampung Barat Menyuguhkan Harapan Wisata

43
×

Pesona Bukit Embun: Saat Kabut Menyambut Gubernur RMD dan Lampung Barat Menyuguhkan Harapan Wisata

Sebarkan artikel ini

Lampung Barat – MediaViral.co

Kabut turun pelan sore itu.
Bukan jingga senja yang menyapa, melainkan dingin yang merayap perlahan, rintik hujan yang setia, dan siluet Kota Liwa yang tampak samar dari ketinggian. Sunyi, sejuk, dan penuh rasa.

Example 300250

Kamis sore (18/12/2025), sekitar pukul 17.00 WIB, suasana magis inilah yang menyambut kedatangan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) saat menapakkan kaki di kawasan wisata Bukit Embun, Pekon Sedampah Indah, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.

Sekitar 60 orang rombongan Pemerintah Provinsi Lampung hadir bersama Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Sekda Nukman, jajaran kepala OPD, camat, peratin, hingga masyarakat setempat. Bukit yang berselimut kabut itu mendadak hidup oleh langkah dan harapan.

Di pintu gerbang Bukit Embun, selendang bermotif celugam dikalungkan ke leher Gubernur RMD—sebuah simbol kehormatan, kehangatan, dan penerimaan khas Lampung Barat.

Langkah demi langkah menyusuri area wisata, rombongan langsung disuguhi panorama yang sulit diabaikan.
Puluhan tenda camping berjajar rapi, berdampingan dengan kabut yang menggantung rendah. Udara dingin Liwa menusuk, namun justru di situlah keistimewaannya—tenang, sejuk, dan menenangkan jiwa.

“Kalau begini rasanya pengin lama-lama,” celetuk salah satu rombongan sambil merapatkan jaket, memecah hening yang bersahabat.

Sore itu, obrolan mengalir hangat di tengah dingin. Bupati Parosil Mabsus tampak berbincang santai dengan Gubernur RMD dan Suparman, pemilik sekaligus pengelola Bukit Embun. Senyum, sapa, dan tawa kecil menjadi bagian dari cerita.

“Sudah berapa tahun ini?” tanya Gubernur RMD.

“Insyaallah, tahun baru nanti genap dua tahun, Pak,” jawab Suparman.

Parosil Mabsus langsung menyambar dengan gaya khasnya yang spontan dan bersahaja,
“Woeyy, luar biasa ini. Tahun baru pasti meledak ini. Ini Pak Gubernur bisa naik ke sini tanpa diminta loh. Artinya wiridannya Pak Suparman nyampe. Pak Suparman dapat berkah, kami juga dapat berkah.”

Gubernur RMD tersenyum, lalu berbagi cerita sederhana yang justru terasa dekat,
“Ceritanya saya lagi scroll, eh… langsung nunjuk ke sini. Bukit Embun. Ya sudah, kita ke sini.”

Suparman pun menyampaikan harapannya,
“Mohon dukungannya, Pak Gubernur, Pak Bupati, agar wisata ini semakin maju.”

Bagi Gubernur RMD, Bukit Embun bukan sekadar destinasi foto atau tempat berkemah. Ia melihatnya sebagai potensi besar yang harus dirawat bersama.

“Keindahan alamnya luar biasa. Ini perlu kolaborasi yang intensif—provinsi, kabupaten, hingga peratin dan desa. Kita laporkan ke pusat bagaimana objek wisata dibuka dan dikembangkan. Lampung Barat harus jadi bagian penting promosi pariwisata Lampung,” tegasnya.

Ia mengaku terkesan dengan kawasan Balik Bukit, kecamatan kedua yang ia kunjungi setelah Sukau.

“Pemandangannya luar biasa. Mungkin ini salah satu puncak tertinggi. Cocok untuk glamping. Tendanya juga banyak sekali,” ujar RMD sambil memandang hamparan tenda yang perlahan ditelan kabut.

Malam pun turun.
Kabut semakin rapat, udara semakin dingin, namun suasana justru kian akrab. Ramah tamah sederhana digelar, ditemani kopi robusta khas Lampung Barat yang aromanya menghangatkan malam.

Obrolan mengalir ringan—tentang alam, tentang wisata, tentang mimpi besar Lampung ke depan.

“Kita ingin Lampung menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia,” kata Gubernur RMD mantap.
“Dan Lampung Barat punya peran besar di situ.”

Malam itu, rombongan bermalam di tenda masing-masing, menanti kabut pagi yang konon menjadi daya tarik utama Bukit Embun.

Di balik dinginnya udara Liwa, tersimpan harapan yang hangat:
bahwa dari bukit berselimut kabut ini, pariwisata Lampung Barat akan terus tumbuh, dikenal lebih luas, dan dicintai lebih dalam.

Bukit Embun tak sekadar menyuguhkan pemandangan—ia menyimpan masa depan.
(Red)

Example 300x375