Lampung Barat – MediaViral.co
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mulai bergerak cepat menghadapi potensi ledakan arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah. Rapat kesiapsiagaan digelar di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Selasa (10/03/2025) sore, sebagai sinyal bahwa pemerintah tidak ingin kecolongan saat jutaan pemudik mulai memadati jalur lintas daerah.
Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Parosil Mabsus yang didampingi Wakil Bupati Mad Hasnurin. Turut hadir unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, DPRD, Kementerian Agama, hingga para kepala perangkat daerah dan camat.
Dalam forum tersebut, Bupati Parosil menegaskan bahwa persiapan tidak boleh setengah-setengah. Lonjakan kendaraan pemudik diperkirakan akan meningkat tajam, sehingga seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan harus benar-benar siap di lapangan.
Salah satu langkah yang mendapat sorotan adalah program pemerintah pusat yang menjadikan masjid-masjid di pinggir jalan sebagai posko ramah pemudik.
“Program ini sangat baik. Masjid di pinggir jalan bisa menjadi tempat istirahat bagi pemudik yang lelah setelah menempuh perjalanan panjang,” ujar Parosil.
Ia menilai beberapa wilayah di Lampung Barat menjadi titik penting jalur mudik, seperti Kecamatan Sumber Jaya, Way Tenong, Sekincau, hingga Batu Ketulis. Masjid-masjid di wilayah tersebut diharapkan benar-benar siap menjadi tempat singgah para pemudik.
Namun Parosil mengingatkan para camat dan peratin agar tidak hanya menunggu. Ia meminta mereka segera berkoordinasi dengan pengurus masjid agar fasilitas seperti tempat istirahat, air bersih, dan kenyamanan pemudik benar-benar tersedia.
Tak hanya itu, kesiapan aparat keamanan juga menjadi perhatian serius. Polres Lampung Barat telah berkomitmen mendirikan empat posko pengamanan di titik strategis jalur mudik.
Empat posko tersebut akan ditempatkan di perbatasan Kecamatan Sumber Jaya dengan Kabupaten Lampung Utara, Kecamatan Sekincau, Bundaran Tugu Ara pusat Kota Liwa, serta Kecamatan Sukau yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.
Bupati juga menegaskan seluruh dinas terkait harus turun tangan membantu operasional posko tersebut, termasuk menyediakan ambulans dan layanan kesehatan.
“Saya minta Satpol PP, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan dinas terkait lainnya ikut membantu fasilitas di posko. Jangan sampai pos sudah berdiri tapi fasilitasnya minim,” tegasnya.
Lebih jauh, Parosil juga mendorong keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti Pramuka, PMI, dan PMR agar ikut turun ke lapangan membantu pelayanan bagi para pemudik.
Di sektor kesehatan, ia memberikan peringatan tegas kepada seluruh kepala puskesmas agar menyiapkan jadwal piket tenaga medis selama arus mudik.
“Jangan sampai ada masyarakat datang berobat tapi tidak ada petugas yang bertugas. Ini tidak boleh terjadi,” tandasnya.
Dengan langkah cepat dan koordinasi lintas instansi ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap jalur mudik Lebaran tahun ini tidak hanya aman, tetapi juga benar-benar memberikan rasa nyaman bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. (mediaviral.co)
















