Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pemkab Kediri Gelar Resepsi Pernikahan 44 Pasangan dalam Program “Kediri Ngunduh Mantu”

6
×

Pemkab Kediri Gelar Resepsi Pernikahan 44 Pasangan dalam Program “Kediri Ngunduh Mantu”

Sebarkan artikel ini

Kediri, Jawa Timur — MediaViral.co

Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar resepsi pernikahan massal bagi 44 pasangan pengantin dalam acara bertajuk Kediri Ngunduh Mantu, yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Ibu ke-97 sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hukum bagi perempuan dan anak.

Example 300250

Sebanyak 44 pasangan pengantin mengikuti acara tersebut dengan rentang usia yang cukup beragam, mulai dari 20 hingga 80 tahun. Para peserta terdiri dari pasangan lama yang sebelumnya telah menjalani sidang isbat nikah massal pada 5 Desember 2025, serta pasangan pengantin baru yang pernikahannya telah tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan masing-masing pada periode 10–18 Desember 2025.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengungkapkan rasa bahagianya melihat para pasangan pengantin yang mengikuti acara tersebut.

“Kalau melihat 44 pasang pengantin ini rasanya saya ikut senyum-senyum sendiri. Auranya bahagia semuanya,” ujarnya.

Menurut Eriani, Kediri Ngunduh Mantu bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan keluarga serta memuliakan perempuan.

“Bagi saya, Kediri Ngunduh Mantu adalah cara paling tepat untuk memperingati Hari Ibu. Bukan hanya seremonial, tetapi langkah nyata yang memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pernikahan yang sah secara hukum, khususnya bagi perempuan. Menurutnya, perempuan berhak mendapatkan perlindungan hukum melalui pernikahan yang tercatat secara resmi.

“Perempuan jangan sampai mengorbankan diri dan masa depan hanya demi hubungan yang tidak memberikan kepastian hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan kepastian hukum, terutama bagi perempuan dan anak.

“Melalui program Kediri Ngunduh Mantu, Pemkab Kediri memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal hanya karena persoalan administrasi. Program ini kami tujukan khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” jelas Nurwulan.

Salah satu pasangan pengantin yang sebelumnya menikah siri pada tahun 2021 mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat itu belum bisa menikah secara resmi karena faktor usia.

“Dulu usia saya masih 17 tahun, jadi belum bisa menikah sah dan akhirnya menikah siri. Sekarang senang sekali karena dibantu mengurus semua dokumen, prosesnya mudah, cukup KTP dan KK, dan tidak dipungut biaya,” ungkapnya.

Dari total 44 pasangan pengantin yang mengikuti acara ini, 16 pasangan merupakan peserta isbat nikah, 7 pasangan non-Muslim yang langsung dicatatkan di Dinas Dukcapil, serta 21 pasangan merupakan pengantin baru.

Selain resepsi pernikahan massal, rangkaian peringatan Hari Ibu 2025 di Kabupaten Kediri juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan terhadap Perempuan, sidang isbat massal, pencatatan perkawinan, talkshow perempuan kepala keluarga inspiratif, serta kegiatan nonton bersama yang melibatkan gabungan organisasi perempuan.

Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Peduli, Masyarakat Harmoni”, yang menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang kuat serta sejahtera. (mediaviral.co)

Example 300x375