Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHukum

Pejabat dan APH Digaji Pakai Uang Rakyat, Pelayan Serasa Raja, Ada yang Merampok Ada yang Menerima Suap, Manusia Sampah Muka Tembok

20
×

Pejabat dan APH Digaji Pakai Uang Rakyat, Pelayan Serasa Raja, Ada yang Merampok Ada yang Menerima Suap, Manusia Sampah Muka Tembok

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara – MediaViral.co

Fenomena memalukan tengah menjadi sorotan di Kabupaten Lampung Utara. Sejumlah pejabat dan aparat penegak hukum (APH) dinilai sudah jauh menyimpang dari amanah rakyat. Bukannya melayani, mereka justru bertingkah layaknya raja, sementara rakyat yang membayar gaji mereka diperlakukan seperti sampah.

Example 300250

Dugaan praktik korupsi kian menegaskan wajah asli pejabat daerah ini. Uang negara dianggap milik pribadi, seakan harta warisan nenek moyang. Pejabat menikmati fasilitas, kendaraan mewah, dan rumah megah dari hasil merampok uang rakyat.

Ironisnya, oknum APH yang semestinya menjadi garda hukum justru terkesan ikut bermain. Mereka bertindak sewenang-wenang, gagah berani di depan rakyat, namun lemah di hadapan para koruptor. Bahkan suara kritis masyarakat kerap direspons dengan amarah, intimidasi, hingga ancaman hukum.

“Pejabat dan aparat itu digaji dari uang rakyat. Tapi gaya mereka seperti raja. Kalau dikritik, marah. Kalau dipanggil rakyat, mereka justru balik bertanya: ‘Siapa kamu berani memerintah?’ Ini mental penjajah, bukan pelayan publik,” tegas seorang warga dengan nada tinggi.

Masyarakat Lampung Utara kini menilai pejabat dan APH yang arogan bukanlah pelindung rakyat, melainkan bagian dari masalah besar. Mereka digaji rakyat, tapi justru melawan rakyat. Tak heran, banyak yang menyebut para pejabat dan aparat arogan itu sebagai “sampah masyarakat” yang sesungguhnya. (***)

Example 300x375