Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pedagang Lesu di Awal 2026, UMKM Bandar Lampung Minta Pemkot Turun Tangan

28
×

Pedagang Lesu di Awal 2026, UMKM Bandar Lampung Minta Pemkot Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – MediaViral.co

Memasuki tahun 2026, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bandar Lampung masih bergulat dengan kenyataan pahit. Daya beli masyarakat yang melemah sepanjang 2025 meninggalkan dampak serius: lapak sepi, omzet merosot, dan penghasilan tak menentu.

Example 300250

Sejumlah pedagang mengaku tetap bertahan meski tekanan ekonomi kian terasa. Mereka membuka usaha setiap hari dengan harapan tahun baru membawa angin segar, meski realita di lapangan belum menunjukkan perubahan berarti.

Epi, penjual mi wonton di Jalan Imam Bonjol, mengaku penurunan penjualan sudah dirasakan sejak awal 2025. Pembeli yang dulu ramai kini berkurang drastis.

“Sekarang jelas beda. Dulu ramai, sekarang sepi. Tapi mau bagaimana lagi, usaha tetap harus jalan,” ujar Epi.

Ia mengaku tak mengetahui pasti penyebab turunnya omzet. Namun menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat secara umum. Meski begitu, Epi memilih bertahan dengan menjaga konsistensi dan semangat berdagang.

“Pedagang kecil tidak punya pilihan selain tetap rajin. Kalau menyerah, habis,” katanya.

Kondisi serupa dialami Siti, penjual gorengan. Sepanjang 2025, penghasilannya naik-turun tanpa kepastian. Hari ramai bisa dihitung jari, sementara hari sepi justru lebih sering terjadi.

“Kadang ada pembeli, tapi seringnya sepi. Penghasilan harian tidak bisa diprediksi,” ungkap Siti.

Menurutnya, minat belanja masyarakat memang sedang melemah. Namun menutup usaha bukan pilihan. Ia tetap membuka lapak setiap hari dan menjaga kualitas dagangan demi mempertahankan pelanggan setia.

“Yang bisa kami lakukan cuma jaga kualitas. Soal ekonomi, itu di luar kemampuan pedagang kecil,” ujarnya.

Para pelaku UMKM berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak tinggal diam. Mereka menantikan langkah konkret di 2026 untuk mendorong perputaran ekonomi, meningkatkan daya beli, serta menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada pedagang kecil.

“UMKM cuma ingin ekonomi kembali bergerak. Jangan sampai kami dibiarkan bertahan sendirian,” pungkas Siti.

(Red)

Example 300x375