Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pedagang Keluhkan Sewa Lapak Rp125.000 per Bulan di Simpang Kandis, Penggunaan Dana Dipertanyakan

35
×

Pedagang Keluhkan Sewa Lapak Rp125.000 per Bulan di Simpang Kandis, Penggunaan Dana Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Bengkulu — MediaViral.co

Sejumlah pedagang di kawasan Simpang Kandis, Kota Bengkulu, mengeluhkan biaya sewa lapak sebesar Rp125.000 per bulan yang dipungut kepada setiap pedagang.

Example 300250

Besaran biaya tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pedagang kecil yang memiliki penghasilan tidak menentu. Selain persoalan biaya, para pedagang juga mempertanyakan penggunaan dana yang terkumpul karena kondisi taman dan fasilitas di kawasan Simpang Kandis dinilai belum menunjukkan perubahan yang berarti.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan Simpang Kandis, Rabu (9/9/2026). Mereka mengaku tetap membayar biaya sewa lapak, namun fasilitas dan kebersihan kawasan yang mereka tempati dinilai belum mengalami perbaikan.

“Setiap bulan kami dipungut biaya sewa lapak sebesar Rp125.000. Jumlah itu terasa sangat berat bagi kami pedagang kecil yang penghasilannya pas-pasan. Yang kami sayangkan, uang yang dikumpulkan dari puluhan pedagang itu entah digunakan untuk apa, karena sampai saat ini taman dan fasilitas di Simpang Kandis tidak ada perubahan sama sekali,” ungkap salah seorang pedagang.

Para pedagang juga menyoroti kondisi kebersihan kawasan yang menurut mereka masih kurang terjaga. Mereka berharap pengelolaan dana dari pungutan sewa lapak dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak keberatan membayar sewa selama uang itu benar-benar digunakan untuk merawat taman, memperbaiki fasilitas, dan menata kawasan Simpang Kandis menjadi lebih baik. Namun, kalau tidak ada perubahan sama sekali, wajar jika kami mempertanyakan uang tersebut,” ujar pedagang lainnya.

Para pedagang dan masyarakat berharap dinas terkait maupun pihak pengelola kawasan Simpang Kandis memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pemungutan biaya sewa lapak, jumlah pedagang yang dikenakan pungutan, serta penggunaan dana yang telah terkumpul.

Mereka juga meminta agar pengelolaan kawasan dilakukan secara transparan sehingga para pedagang mengetahui peruntukan dana yang mereka bayarkan setiap bulan.

Apabila terdapat ketidakjelasan dalam pengelolaan dana tersebut, para pedagang berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun dugaan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola kawasan maupun instansi terkait mengenai keluhan dan pertanyaan yang disampaikan para pedagang.

MediaViral.co akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang. (mediaviral.co)

Example 300x375