Lampung – MediaViral.co
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa pentas seni dan budaya merupakan wujud nyata dalam menjaga serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten yang digelar di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Sabtu malam (10/1/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.
Pentas seni dan budaya tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025, sekaligus doa bersama menyambut Tahun 2026.
“Melalui kegiatan ini, kita melakukan refleksi sekaligus memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya,” ujar Kristomei.
Menurut lulusan Akmil 1997 tersebut, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya daerah serta penguatan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa budaya daerah merupakan identitas sekaligus kekuatan sosial yang mampu merekatkan persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Selain doa bersama, acara ini juga menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Panitia membuka penggalangan dana secara terbuka melalui sistem QRIS yang disediakan di lokasi kegiatan.
Beragam pertunjukan seni budaya ditampilkan oleh para seniman, di antaranya musik campursari, Tari Sigeh Pengunten, Tari Prajurit, hingga pagelaran wayang kulit dengan lakon Bimo Krido.
Pagelaran wayang tersebut dibawakan oleh dalang Ki Sigit Mursito Endrat, dalang cilik Ki Nareswara Praba, serta Ki Ir Harjanto. Pada kesempatan itu, Pangdam XXI/Radin Inten juga menyerahkan tokoh wayang kepada para dalang sebagai simbol komitmen pelestarian budaya Nusantara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi acara perdana Kodam XXI/Radin Inten yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat Lampung, sebagai penanda eksistensi dan kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pertahanan serta pengabdian kepada rakyat.
Dalam kesempatan yang sama, Pangdam juga mengumumkan pembukaan rekrutmen calon prajurit TNI AD untuk Bintara dan Tamtama pada periode Januari hingga Februari 2026.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inisiatif Kodam XXI/Radin Inten yang mengemas peringatan Hari Juang TNI AD melalui pendekatan seni dan budaya lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan TNI dan masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya Lampung.
“Pentas seni dan budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan harus dilandasi kebersamaan dan persatuan,” ujar Mirza.
Gubernur menambahkan, Provinsi Lampung merupakan daerah majemuk dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut, kata dia, akan menjadi kekuatan besar apabila dirawat dan dijaga bersama.
Memasuki Tahun 2026, Mirza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan secara kolaboratif, mulai dari persoalan lingkungan, ekonomi, hingga penguatan sumber daya manusia.
(Red)
















