Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

OTT KPK di BPN Bogor, Nama Ranny Fadh Arafiq Disebut, PPWI Desak Penegakan Hukum

5
×

OTT KPK di BPN Bogor, Nama Ranny Fadh Arafiq Disebut, PPWI Desak Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini

Jakarta — MediaViral.co

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor kembali menjadi perhatian publik.

Example 300250

OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah orang untuk diperiksa dan mendalami dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Salah satu nama yang muncul dalam perkembangan perkara tersebut adalah Fahd A. Rafiq. Dalam proses selanjutnya, KPK menetapkan Fahd A. Rafiq sebagai salah satu tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB di Bogor.

Nama Ranny Fadh Arafiq, yang merupakan istri Fahd A. Rafiq sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, juga menjadi perhatian setelah namanya disebut dalam sejumlah pemberitaan terkait OTT tersebut.

Namun, status hukum dan peran Ranny Fadh Arafiq dalam perkara tersebut perlu menunggu keterangan resmi dari KPK. Hingga saat ini, penyebutan namanya tidak dapat langsung diartikan sebagai bukti bahwa yang bersangkutan terlibat tindak pidana.

PPWI Desak Penegakan Hukum

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, memberikan tanggapan terhadap perkembangan kasus tersebut.

Wilson meminta agar proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dilakukan secara tegas dan transparan. Ia juga mendorong agar lembaga terkait mengambil tindakan sesuai aturan apabila terdapat anggota legislatif yang nantinya terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Menurut Wilson, pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa membedakan jabatan maupun latar belakang seseorang.

Ia juga meminta agar seluruh aset yang terbukti berasal dari tindak pidana korupsi dapat ditelusuri dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Minta Partai Ambil Sikap

Wilson juga mendesak Partai Golkar untuk mengambil langkah sesuai aturan internal partai apabila nantinya terdapat kader yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Menurutnya, proses hukum harus berjalan secara terbuka dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik.

“Perilaku koruptif yang terbukti dilakukan oleh pejabat publik merupakan pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Karena itu, apabila seseorang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, harus diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Wilson.

Wilson juga meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti perkara tersebut sampai tuntas dan mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Publik Menunggu Perkembangan KPK

Kasus dugaan suap dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor masih dalam proses hukum. KPK masih memiliki kewenangan untuk mendalami peran masing-masing pihak berdasarkan bukti yang ditemukan dalam penyidikan.

Publik pun menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk keterangan resmi KPK mengenai pihak-pihak yang diperiksa, status hukum masing-masing, serta dugaan aliran uang dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Ranny Fadh Arafiq tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab apabila terdapat pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.

Media ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan keterangan maupun klarifikasi. (mediaviral.co)

Example 300x375