Lampung – MediaViral.co
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dengan tegas menyebut capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung melampaui target nasional. Bahkan, realisasinya diklaim menembus 108 persen hingga akhir 2025.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Mirza saat memimpin Rapat Evaluasi Program MBG 2025 sekaligus persiapan Satuan Tugas (Satgas) MBG 2026, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (20/1/2026).
Rapat strategis tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran pejabat tinggi Pemprov Lampung, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
“Alhamdulillah, capaian kita secara proporsional mungkin sudah menjadi yang nomor satu secara nasional,” tegas Mirza di hadapan peserta rapat.
Data Pemprov Lampung mencatat, sebanyak 2,3 juta siswa telah menerima manfaat Program MBG. Angka ini bukan hanya melampaui target, tetapi juga menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah dengan implementasi MBG paling agresif di Indonesia.
Namun, Mirza menegaskan, capaian angka saja tidak cukup. Evaluasi mendalam diperlukan agar MBG benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin MBG menurunkan angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok pangan lokal. Itu fokus besar kita di 2026,” ujarnya dengan nada serius.
Gubernur Mirza juga menyoroti ketergantungan bahan pangan dari luar daerah yang dinilai masih terjadi. Ia menegaskan, sebagai lumbung pangan nasional, Lampung harus berdiri di atas kekuatan desa-desa sendiri.
“Lampung ini penghasil pangan. Tapi faktanya, masih ada yang ambil bahan MBG dari luar daerah. Ke depan, desa harus jadi penopang utama MBG, bukan justru bergantung pada kecamatan lain atau Bandar Lampung,” tegasnya.
Mirza pun meminta pemerintah kabupaten dan kota menyelaraskan seluruh program daerah agar terintegrasi langsung dengan MBG, sehingga program unggulan nasional ini benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di Lampung.
(Red)
















