Lampung Utara — MediaViral.co
Menanggapi keluhan masyarakat dan para petani terkait semakin menurunnya distribusi air ke lahan persawahan, Organisasi Masyarakat Laskar Lampung Indonesia (LLI) DPC Lampung Utara turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi saluran irigasi Way Rarem yang melintasi wilayah Lampung Utara hingga Tulang Bawang Barat.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi saluran irigasi yang dinilai sangat memprihatinkan. Saluran dipenuhi gulma dan tampak tidak terawat, sehingga berpotensi mengganggu distribusi air ke lahan pertanian warga yang sangat bergantung pada irigasi tersebut.
Ketua DPC Ormas Laskar Lampung Indonesia (LLI) Kabupaten Lampung Utara, Adi Candra, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, irigasi Way Rarem merupakan infrastruktur vital bagi petani dan memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian, khususnya sektor persawahan.
“Jika saluran irigasi ini tidak dirawat secara optimal, dampaknya akan dirasakan langsung oleh para petani. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan,” ujar Adi Candra, Rabu (4/2/2026).
Adi Candra juga menyinggung adanya anggaran perawatan rutin saluran irigasi pada Tahun Anggaran 2025. Oleh karena itu, LLI mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit guna memastikan realisasi anggaran tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, LLI juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penelusuran lebih lanjut apabila dalam proses audit ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
Meski demikian, Adi Candra menegaskan bahwa sikap LLI tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat dan dorongan pengawasan publik.
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum dan pengawasan negara. Jika memang tidak ditemukan pelanggaran, hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka kepada publik,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung selaku pengelola teknis irigasi Way Rarem belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi saluran maupun realisasi anggaran perawatan yang dipersoalkan.
Redaksi mengaku telah berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi.
Media ini akan memuat tanggapan resmi dari instansi berwenang apabila telah diterima.
Ketua DPC LLI Lampung Utara berharap pihak pengelola segera melakukan perbaikan dan normalisasi saluran irigasi agar fungsinya kembali optimal serta tidak merugikan petani. Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi agar polemik ini tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
(Tim)
















