Prabumulih/Sumatra Selatan, MediaViral.co
Dunia pendidikan di Kota Prabumulih geger. Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih resmi dicopot dari jabatannya, sementara seorang satpam dipindah tugaskan, hanya karena menegur anak Wali Kota Prabumulih yang kedapatan membawa mobil ke sekolah.
Keputusan ini sontak menuai sorotan. Sebab, teguran yang diberikan pihak sekolah seharusnya dipandang sebagai bentuk kedisiplinan dan upaya mendidik siswa, bukan malah berbuntut pencopotan jabatan.
“Ini jelas tamparan bagi dunia pendidikan. Bagaimana mungkin kepala sekolah dihukum karena melaksanakan tugasnya?” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Secara aturan, pencopotan kepala sekolah memang merupakan hak prerogatif kepala daerah. Namun publik menilai, penggunaan kewenangan harus tetap mengedepankan keadilan dan profesionalitas, bukan demi kepentingan pribadi.
Wali kota yang seharusnya memberi teladan justru disorot karena dinilai gagal menunjukkan sikap mendidik terhadap anak. Alih-alih mendukung tindakan tegas sekolah, keputusan yang diambil justru dianggap mencoreng marwah dunia pendidikan.
“Kalau anak salah, harusnya ditegur, bukan malah orang yang menegur yang dihukum. Apa jadinya pendidikan kita kalau begini?” sindir seorang wali murid.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas kepemimpinan daerah serta arah pembinaan moral generasi muda di Prabumulih. Publik menanti penjelasan resmi sekaligus sikap tegas dari pemerintah kota agar kepercayaan terhadap dunia pendidikan tidak semakin runtuh. (*)
















