Simalungun, Sumatera Utara – MediaViral.co
Dugaan skandal perawatan kembali mencuat di tubuh PTPN IV Regional. Kali ini, Unit Kebun Mayang di Kecamatan Bosar Maligas menjadi sorotan. Kondisi Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di lapangan diduga bukan sekadar rusak, melainkan seperti tidak pernah dirawat.
Fakta di lokasi cukup mencengangkan.
Tanaman penutup tanah jenis mucuna yang seharusnya menjaga kesuburan justru berubah menjadi semak liar berduri. Gulma tumbuh tak terkendali, sementara anakan sawit terlihat berserakan tanpa penataan yang jelas.
Kondisi tersebut bertolak belakang dengan laporan administrasi yang menyebutkan adanya kegiatan perawatan.
“Kalau ini disebut dirawat, lalu yang terbengkalai itu seperti apa?” ujar salah satu sumber di lapangan.
Situasi ini memunculkan dugaan bahwa perawatan hanya dilakukan di atas kertas.
Padahal, fase TBM merupakan tahap paling penting dalam siklus perkebunan sawit. Pada fase ini, kualitas dan produktivitas tanaman di masa depan sangat ditentukan. Namun, kondisi di Kebun Mayang justru menunjukkan indikasi sebaliknya.
Beberapa temuan yang menguatkan dugaan tersebut antara lain:
Laporan perawatan ada, tetapi kondisi kebun rusak
Gulma dan tanaman liar tumbuh tanpa kendali
Tanaman penutup tanah tidak berfungsi
Anakan sawit tidak terurus dengan baik
Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan ini tidak lagi sekadar masalah teknis. Kasus ini berpotensi mengarah pada dugaan penyimpangan anggaran perawatan.
Secara hukum, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai:
Penyalahgunaan wewenang
Kerugian keuangan negara
Tindak pidana korupsi, apabila ditemukan unsur mark-up atau kegiatan fiktif
Sejumlah pihak mulai mendesak agar dilakukan:
Audit menyeluruh terhadap perawatan kebun
Transparansi penggunaan anggaran TBM
Pemeriksaan terhadap pihak yang bertanggung jawab
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Unit Kebun Mayang belum memberikan klarifikasi resmi.
Apabila dugaan ini benar, maka yang dirugikan bukan hanya perusahaan, tetapi juga negara dan masyarakat. Kebun yang seharusnya menjadi aset produktif justru terancam menjadi beban akibat dugaan kelalaian dan penyimpangan.
Kasus ini dinilai perlu diusut secara tuntas dan transparan.
MediaViral.co akan terus mengawal perkembangan informasi ini.
(Rijal)
















