Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kayuagung Gelap Gulita, Warga Mengamuk di Media Sosial Akibat Listrik Padam Berjam-jam

8
×

Kayuagung Gelap Gulita, Warga Mengamuk di Media Sosial Akibat Listrik Padam Berjam-jam

Sebarkan artikel ini

OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Kota Kayuagung mendadak lumpuh. Sejak Minggu dini hari, 15 Februari 2026, pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 07.00 WIB, aliran listrik padam total tanpa penjelasan resmi. Warga pun meradang.

Example 300250

Di berbagai platform media sosial, keluhan membanjiri kolom komentar. Nada kecewa, sindiran pedas, hingga umpatan mewarnai reaksi masyarakat yang merasa dirugikan oleh pemadaman berjam-jam tersebut.

Salah satu warga, Andrian Sanjaya Putra, meluapkan emosinya secara terbuka. Ia menyindir keras kebijakan perusahaan listrik yang dinilai tegas kepada pelanggan, namun terkesan abai saat terjadi gangguan.

“Telat bayar meteran langsung dicabut, giliran listrik mati malah minta dimaklumi,” tulisnya dengan nada kesal.

Warga lain, Alisri Cahye Alam, mempertanyakan penyebab padamnya listrik secara tiba-tiba. “Kayuagung dilanda mati lampu, ada apa ini?” ujarnya.

Tak hanya soal aktivitas terganggu, dampak juga dirasakan langsung oleh keluarga yang memiliki anak kecil. Neti, warga Kedaton Kayuagung, mengaku anaknya rewel karena kepanasan selama listrik padam. “Dari dini hari panas sekali, anak tidak bisa tidur,” keluhnya.

Pemadaman yang terjadi di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir ini dinilai sangat mengganggu, terlebih terjadi saat mayoritas warga sedang beristirahat. Selain mengganggu kenyamanan, listrik padam juga berpotensi merugikan pelaku usaha kecil yang bergantung pada peralatan elektronik dan pendingin.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Perusahaan Listrik Negara terkait penyebab pasti pemadaman tersebut. Ketiadaan informasi inilah yang semakin memantik kekecewaan warga.

Masyarakat berharap pihak PLN segera memberikan klarifikasi terbuka dan transparan. Warga juga mendesak adanya evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terus berulang, sebab listrik bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan—melainkan urat nadi kehidupan sehari-hari. (mediaviral.co)

Example 300x375