Serang, Banten – MediaViral.co
Tak ingin pengamanan mudik sekadar jadi formalitas tahunan, Kapolresta Serang Kota Yudha Satria memilih turun langsung ke lapangan. Selasa (17/03/2026), ia menyisir dua titik vital: Pospam Terpadu Pakupatan dan Pospam Kramatwatu.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah meningkatnya arus mudik, satu pertanyaan besar mencuat: apakah seluruh pos pengamanan benar-benar siap, atau hanya sekadar “pajangan” rutinitas?
Dengan didampingi para pejabat utama, Kapolresta melakukan pengecekan menyeluruh—mulai dari kesiapan personel hingga kelengkapan fasilitas. Tidak ada ruang untuk kelalaian.
“Kami ingin pastikan semua personel benar-benar siap. Tidak boleh ada celah yang bisa membahayakan masyarakat,” tegasnya dengan nada serius.
Namun di balik inspeksi ini, tersirat pesan keras: pengamanan mudik bukan ajang santai. Potensi gangguan kamtibmas bisa muncul kapan saja, dan petugas dituntut siaga penuh, bukan setengah hati.
Kapolresta bahkan memberikan “suntikan mental” kepada anggota di lapangan agar tetap fokus, menjaga kondisi fisik, dan tidak lengah menghadapi lonjakan pemudik yang diprediksi semakin padat.
Di sisi lain, masyarakat—khususnya pemudik—juga diingatkan agar tidak nekat memaksakan perjalanan. Pos pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat 2026 disiapkan bukan sekadar simbol, tapi tempat perlindungan nyata.
“Kalau lelah, berhenti. Jangan ambil risiko di jalan,” imbau Kapolresta.
Realitanya, setiap musim mudik selalu diwarnai insiden akibat kelelahan dan kelalaian. Tahun ini, publik berharap cerita lama itu tak terulang.
Dengan Kapolresta turun langsung, tekanan kini ada di seluruh jajaran: bekerja maksimal atau bersiap disorot publik.
Slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” kembali digaungkan. Namun di lapangan, satu hal yang pasti: keamanan bukan slogan—tapi soal nyawa. (mediaviral.co)
















