Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Jawab Mimpi Puluhan Tahun Warga Tanjung Halo, KKN ITERA Hadirkan Desain “Galariung”

31
×

Jawab Mimpi Puluhan Tahun Warga Tanjung Halo, KKN ITERA Hadirkan Desain “Galariung”

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung — MediaViral.co

Penantian panjang warga Kampung Tanjung Halo, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, untuk memiliki ruang pendidikan dan ruang publik yang layak akhirnya menemukan harapan baru. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 12 menghadirkan rancangan masterplan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sekaligus ruang publik terpadu bernama “Galariung”.

Example 300250

Perancangan tersebut secara resmi diserahkan kepada masyarakat pada acara penutupan kegiatan KKN, Selasa (3/2/2026). Proses perencanaan dilakukan selama tiga pekan, sejak 13 Januari hingga 2 Februari 2026, berangkat dari aspirasi dan kegelisahan warga setempat.

Kampung Tanjung Halo dikenal sebagai salah satu kampung tua di kawasan Kemiling dengan mayoritas penduduk bersuku Sunda. Namun hingga kini, kampung tersebut belum memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan sosial kemasyarakatan maupun pendidikan nonformal bagi anak-anak.

Ketua Kelompok 12 KKN Tematik ITERA, Ismail, menjelaskan bahwa nama Galariung diambil dari bahasa Sunda yang berarti tempat berkumpul. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain bangunan dua lantai yang mengedepankan konsep kebersamaan dan kearifan lokal.

“Galariung kami rancang bukan sekadar bangunan fisik, tetapi sebagai simbol persatuan warga. Desainnya menggunakan material bambu sebagai elemen dominan untuk merefleksikan identitas budaya masyarakat Tanjung Halo,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, perancangan Galariung melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, mulai dari mahasiswa Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), hingga Teknik Geofisika. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan bangunan aman secara struktur, fungsional, serta sesuai dengan kondisi kontur tanah di lokasi pembangunan.

Tak hanya menghadirkan konsep visual, mahasiswa KKN ITERA juga menyusun dokumen teknis lengkap berupa gambar kerja 2D dan 3D, Work Breakdown Structure (WBS), serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terperinci.

Berdasarkan perhitungan teknis, estimasi biaya pembangunan Galariung mencapai Rp 384.016.659,10, angka yang ditekan agar tetap di bawah Rp 500 juta tanpa mengorbankan kualitas bangunan. Perencanaan mencakup pekerjaan persiapan, pondasi batu kali, struktur beton bertulang, hingga instalasi listrik dan sanitasi. Desain atap bertingkat juga diterapkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara alami sehingga bangunan lebih ramah lingkungan.

Kehadiran desain Galariung disambut haru oleh warga. Ketua RT 04 Lingkungan 2 Kedaung sekaligus tokoh masyarakat Kampung Tanjung Halo, Ibrahim, mengaku memiliki ruang publik yang layak merupakan mimpi lama warga setempat.

“Ini mimpi besar warga Tanjung Halo, juga mimpi saya sejak kecil. Bukan tidak mungkin TPA yang selama ini kondisinya terbatas bisa berubah menjadi megah seperti rancangan anak-anak KKN ITERA ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ibrahim optimistis desain tersebut dapat menjadi modal awal untuk menggalang dukungan dan pendanaan pembangunan di masa depan. “Walaupun mungkin belum terwujud di masa kepemimpinan saya, rancangan ini bisa kita realisasikan bersama demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik,” tegasnya.

Menutup sesi penyerahan dokumen, Ismail berharap hasil perancangan tersebut tidak berhenti sebagai arsip semata. “Kami merancang Galariung bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kampung Tanjung Halo. Semoga mimpi ini suatu hari benar-benar berdiri dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Ke depan, Galariung diharapkan menjadi pusat kegiatan pendidikan keagamaan, musyawarah warga, serta ruang tumbuh generasi muda Kampung Tanjung Halo dalam satu atap yang nyaman, inklusif, dan berkarakter. (Red)

Example 300x375