Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Jaringan Sabu di Kutai Barat Terbongkar, Operasi Intel Kodim Ungkap Pola Perdagangan Terstruktur di Kampung Ngenyan Asa, Ada Oknum Polisi Mati-Matian Bilang Itu Salah Tangkap

21
×

Jaringan Sabu di Kutai Barat Terbongkar, Operasi Intel Kodim Ungkap Pola Perdagangan Terstruktur di Kampung Ngenyan Asa, Ada Oknum Polisi Mati-Matian Bilang Itu Salah Tangkap

Sebarkan artikel ini

Kutai Barat, Kalimantan Timur — MediaViral.co

Operasi pemberantasan narkotika di Kalimantan Timur kembali memperlihatkan kompleksitas tantangan yang dihadapi aparat. Dalam operasi senyap yang digelar Kamis (20/9/2025) dini hari, Unit Intel Kodim 0912/Kubar membongkar dugaan jaringan perdagangan sabu yang diduga telah beroperasi secara sistematis di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Example 300250

Enam orang ditangkap. Namun temuan barang bukti, pola pergerakan pelaku, dan struktur komunikasi menunjukkan bahwa kasus ini bukan sekadar praktik pengedaran kecil-kecilan.

Aktivitas Mencurigakan yang Lama Dibiarkan

Laporan dari warga setempat menyebut bahwa aktivitas transaksi sabu di kawasan Ngenyan Asa meningkat sejak beberapa bulan terakhir. Warga melihat lalu-lalang orang yang tidak dikenal, transaksi singkat di halaman rumah, hingga pergerakan mencurigakan pada malam hari.

Namun sebagaimana kerap terjadi, suara warga sering tak langsung sampai pada aparat. Baru setelah laporan meningkat dan pola aktivitas semakin terang-terangan, Unit Intel Kodim turun melakukan pemetaan diam-diam.

Hasil pemetaan itu mengungkap pola yang tidak lazim:

perpindahan lokasi transaksi,

penggunaan banyak perangkat telepon,

dan keberadaan satu orang yang diduga pengendali pergerakan.

Pola ini, menurut catatan intelijen, lebih mendekati jaringan distribusi ketimbang sekadar transaksi antar pengguna.

Penggerebekan Dini Hari

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 01.30 Wita. Enam orang diamankan, masing-masing berinisial FNJ (30), JS (42), DI (31), OMG (33), AFA (30), dan MS (27). FNJ diduga menjadi pengendali aktivitas perdagangan sabu di kelompok ini.

Aparat menemukan yang lebih dari sekadar barang konsumsi.

Barang bukti yang disita:

50 poket sabu seberat 17,61 gram,

uang tunai Rp3.520.000,

7 unit telepon genggam,

perangkat alat hisap,

tas dan dompet,

sebilah sajam,

serta satu brankas yang disebut sebagai tempat penyimpanan barang dan uang.

Keberadaan brankas menjadi alarm keras bagi penyidik. Brankas lazim digunakan oleh jaringan yang memiliki struktur keuangan, bukan oleh pengedar kecil.

Sinergi Aparat: Dari Penangkapan ke Pendalaman

Setelah pemeriksaan awal, enam orang beserta barang bukti diserahkan kepada Satuan Narkoba Polres Kutai Barat. Serah terima dipimpin langsung oleh Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, disaksikan Kasat Resnarkoba.

Doni menegaskan bahwa penindakan ini tidak mungkin dilakukan tanpa informasi dari masyarakat.

“Aktivitas jaringan ini telah mengganggu ketenangan warga. Laporan valid terus masuk. Kami bertindak karena masyarakat memberi sinyal kuat bahwa aktivitas peredaran sudah melewati batas kewajaran,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penangkapan, tetapi pintu masuk untuk mengurai jaringan yang lebih luas.

Jejak Komunikasi dan Aliran Uang

Polres Kutai Barat kini tengah memeriksa isi tujuh telepon genggam yang disita. Jejak digital menjadi fokus utama peny investigators, termasuk:

pola komunikasi antar anggota jaringan,

potensi keterlibatan pemasok di luar Kutai Barat,

rute distribusi,

serta kemungkinan aliran dana yang terputus atau sengaja disamarkan.

Penyidik juga menelusuri dugaan bahwa pelaku menerima pasokan sabu secara berkala dari luar kabupaten. Temuan sementara mengarah pada pola “titik antar-kampung” yang umum digunakan jaringan yang ingin menghindari pengawasan aparat.

Pertanyaan Lebih Besar: Siapa di Belakang Mereka?

Dalam banyak kasus narkotika di daerah, para pelaku yang tertangkap seringkali hanyalah “ujung rantai.” Temuan brankas, banyaknya perangkat telepon, dan pola transaksi menunjukkan adanya koordinasi yang lebih besar.

Beberapa pertanyaan kini mengemuka:

Siapa pemasok utama sabu kepada FNJ dan kelompoknya?

Adakah jalur pergerakan barang dari luar kabupaten yang selama ini tidak terdeteksi?

Benarkah ada kurir yang rutin keluar-masuk wilayah untuk suplai sabu?

Apakah jaringan ini terhubung dengan kelompok yang lebih besar di Samarinda atau Balikpapan?

Hingga kini, penyidik belum menutup kemungkinan bahwa enam orang yang ditangkap hanyalah satu simpul kecil dari mata rantai peredaran narkotika di wilayah pedalaman Kalimantan Timur.

Tidak Ada Ruang Toleransi

Kodim dan Polres Kutai Barat menegaskan akan meningkatkan operasi di titik-titik yang selama ini dicurigai menjadi jalur masuk sabu. Penindakan ini menjadi pesan keras bahwa aparat tidak akan memberi ruang kepada pengedar narkotika, sekecil apa pun perannya.

Kasus ini dipastikan terus bergulir. Temuan dari hasil analisis telepon genggam dan aliran uang diperkirakan akan menjadi kunci pembuka jaringan yang lebih besar. (mediaviral.co)

Example 300x375