Jakarta – MediaViral.co
Isu tentang independensi wartawan kembali mencuat di tengah meningkatnya aliran dana pemerintah ke sejumlah lembaga media melalui skema iklan layanan masyarakat, hibah, hingga bantuan infrastruktur. Sejumlah pengamat menilai, kondisi ini berpotensi mengikis fungsi kontrol pers terhadap kekuasaan.
Sejumlah kalangan menilai bahwa wartawan sejati seharusnya tidak bergantung pada dana negara, baik melalui proyek iklan, hibah, maupun bantuan pembangunan kantor. Ketergantungan tersebut dikhawatirkan membuat media kehilangan keberanian untuk mengungkap kebenaran secara objektif.
“Kalau wartawan masih mendapat jatah dari uang negara, baik lewat iklan atau bantuan gedung, maka jangan berharap mereka bisa benar-benar bekerja independen. Mereka akan kesulitan bersikap kritis terhadap pemerintah yang memberi dana,” ujar seorang pemerhati media yang enggan disebutkan namanya, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, wartawan yang menerima bantuan pemerintah berisiko dikendalikan secara halus melalui kepentingan politik dan ekonomi. Dalam kondisi seperti itu, fungsi pers sebagai pengawas publik (watchdog) berubah menjadi alat pencitraan pemerintah.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia menyebutkan bahwa tantangan terbesar jurnalisme hari ini adalah menjaga jarak dengan sumber dana. “Ketika uang menjadi faktor dominan, maka independensi menjadi taruhannya. Wartawan yang hidup dari dana publik tanpa batas kontrol, lambat laun akan kehilangan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.
Pers seharusnya berdiri di atas semua kepentingan, menegakkan kebenaran tanpa tebang pilih. Sebab, kemerdekaan pers bukan hanya soal kebebasan menulis, tapi tentang keberanian untuk tidak dibeli oleh siapa pun. (mediaviral.co)
















