Surakarta, Jawa Tengah – MediaViral.co
Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, sorotan mengarah pada perbedaan materai yang tertera di ijazah Jokowi dibandingkan dengan ijazah rekan seangkatannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Fakta di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Surakarta mengungkap, ijazah Jokowi tercantum materai Rp100, sementara ijazah almarhum Bambang Rudy Harto—rekan satu angkatan Jokowi tahun 1985—disebut menggunakan materai Rp500. Temuan ini disampaikan mantan Wakapolri Oegroseno saat memberikan kesaksian dalam sidang Citizen Lawsuit (CLS), Selasa (13/1/2026).
Pernyataan tersebut langsung direspons Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, yang terkesan pasang badan membela keabsahan dokumen orang nomor satu di Indonesia itu.
Lewat akun X miliknya, @DianSandiU, Kamis (15/1/2026), Dian menegaskan bahwa Oegroseno bersikap tenang dan tidak terprovokasi selama bersaksi.
“Sebagai saksi Pak Oegroseno tidak terpancing,” ujar Dian.
Namun, yang menjadi sorotan publik justru perbedaan materai tersebut. Menanggapi hal itu, Dian dengan tegas menyebut nominal materai bukan persoalan substansial dan tidak bisa dijadikan dasar untuk menggugurkan keabsahan ijazah Jokowi.
“Soal materai ada yang Rp100 dan Rp500, memang begitu adanya. Itu kebijakan institusi atau fleksibilitas administrasi. Sama sekali tidak memengaruhi keabsahannya,” tegas Dian.
Di sisi lain, Oegroseno sebelumnya juga menyinggung kejanggalan lain. Ia menilai penyitaan ijazah Jokowi tidak lazim secara hukum, karena barang bukti seharusnya berkaitan langsung dengan dugaan tindak pidana.
Ia bahkan menekankan perbedaan mendasar antara barang bukti dan barang titipan, serta mempertanyakan dasar hukum penyitaan dokumen tersebut.
Lebih jauh, fakta persidangan mengungkap bahwa ijazah asli Jokowi hingga kini belum pernah dihadirkan di muka sidang.
Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, menyatakan ijazah tersebut masih berada dalam penguasaan Polda Metro Jaya, terkait penyelidikan dugaan fitnah yang menyeret nama Eggi Sudjana dan pihak lainnya.
Tak hanya soal materai, Oegroseno juga menyoroti perbedaan pas foto pada ijazah Jokowi dengan sosok Jokowi yang pernah ia temui langsung. Ia bahkan mengkritik istilah “identik” yang sebelumnya digunakan Bareskrim Polri.
“Dokumen itu otentik, bukan identik. Identik itu tanda tangan,” tegas Oegroseno.
Polemik pun terus bergulir. Di tengah belum dihadirkannya ijazah asli, publik kini bertanya: jika semuanya sah dan tak bermasalah, mengapa polemik ini tak kunjung selesai? (mediaviral.co)
















