Jakarta || MediaViral.co
Sepuluh tahun bukan sekadar angka bagi insan pers Indonesia. Satu dekade perjalanan Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menjadi tonggak penting perjuangan kebebasan, martabat, dan kehormatan pers. FPII hadir dan berdiri sebagai benteng kokoh bagi para jurnalis yang berani menjaga independensi dan profesionalisme di tengah berbagai tekanan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) FPII ke-10 yang jatuh pada Sabtu, 7 Februari 2026, bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa perjuangan insan pers belum usai.
Ketua Presidium FPII, Dra. Kasihhati, menegaskan bahwa setiap karya jurnalistik yang lahir—baik tulisan, gambar, maupun suara—harus berlandaskan komitmen kuat terhadap integritas dan profesionalisme.
“Sepuluh tahun lalu kita memulai dengan semangat yang sama, memperjuangkan kebebasan, martabat, dan kehormatan pers, serta menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik Indonesia,” ujar Kasihhati kepada awak media, Jumat (6/2/2026) di Jakarta.
Ia mengakui perjalanan FPII selama satu dekade penuh dengan dinamika dan tantangan. Namun, seluruh proses itu ditempuh melalui kerja keras, kebersamaan, serta dedikasi jajaran pengurus dan anggota FPII di seluruh Indonesia.
“Semua suka duka yang dilalui tidak lepas dari loyalitas dan pengabdian pengurus serta anggota FPII yang konsisten menjunjung nilai-nilai pers independen,” ujarnya, sembari menyampaikan apresiasi dan rasa bangga.
Sebagai tokoh pers perempuan nasional, Kasihhati menekankan bahwa independensi dan profesionalitas adalah harga mati dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“FPII harus tetap berada di garda terdepan membela insan pers Indonesia. Kita adalah benteng yang melindungi rekan-rekan seprofesi dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang menghambat kerja jurnalistik yang objektif dan adil,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota FPII untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengikuti perkembangan teknologi dan tren media, serta konsisten menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ke depan, Kasihhati berharap FPII mampu memperluas jejaring dan kerja sama, baik nasional maupun internasional, agar tetap relevan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui pers yang berkualitas.
Sementara itu, Sekretaris Nasional FPII, Irfan Denny Pontoh, S.Sos, menilai momentum HUT ke-10 harus dijadikan pijakan untuk memperkuat jaringan media FPII di seluruh daerah.
“Selama ini jaringan media FPII lebih banyak fokus mendukung kegiatan internal organisasi. Ke depan, isu-isu strategis dan sentral di daerah juga harus didorong menjadi rilis resmi Presidium FPII,” kata Irfan.
Menurutnya, dinamika dunia pers menuntut organisasi profesi untuk membuka ruang pengabdian yang lebih luas agar FPII semakin eksis dan berpengaruh.
Ia menegaskan, tidak boleh ada kompromi dalam menjaga hak dan martabat insan pers. Evaluasi serta pembenahan organisasi, baik di tingkat Setwil maupun Korwil, akan terus dilakukan.
“Setiap pekerja pers berhak atas perlindungan yang layak, dan masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar,” pungkasnya. (mediaviral.co)
















